Propam Polres Manggarai Barat sedang menyelidiki insiden yang mengejutkan, di mana foto telanjang tahanan polres tersebar. Tahanan yang menjadi korban adalah seorang pria berusia 35 tahun dengan inisial RDL. Insiden ini terungkap ketika foto-foto telanjang RDL disebar di salah satu grup WhatsApp internal hotel tempatnya bekerja.
Dugaan kuat bahwa foto telanjang tahanan polres tersebut diambil di dalam kantor polisi dan disebar oleh N, atasan RDL di tempat kerjanya. Kasi Propam Polres Manggarai Barat, Ipda I Nyoman Budiarta, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi untuk mengungkap pelaku yang menelanjangi RDL dan menyebarkan foto telanjangnya.
Proses penyelidikan ini melibatkan pemeriksaan penyidik yang menangani kasus yang melibatkan RDL, serta petugas di rutan tempat dia ditahan. Budiarta belum mengungkapkan hasil pemeriksaan ini, namun dia menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku, baik dari kalangan polisi maupun atasan RDL yang diduga terlibat dalam insiden ini.
Diperkirakan foto telanjang tahanan polres diambil di dalam lingkungan Mapolres Manggarai Barat, namun kepastian ini akan ditentukan setelah hasil pemeriksaan sejumlah pihak terkait. Hal ini menunjukkan bahwa tahanan seharusnya tidak ditelanjangi dan difoto seperti yang dialami oleh RDL. Foto yang biasanya diambil untuk identifikasi tidak boleh dilakukan dalam kondisi telanjang. Tahanan hanya boleh diperiksa secara menyeluruh untuk mencegah keberadaan barang berbahaya.
Kejadian ini menuai reaksi dari masyarakat, termasuk kuasa hukum RDL, Francis Dohos Dor, yang mengecam insiden tersebut. Ia menuntut agar para pelaku yang diduga terlibat, baik dari kalangan polisi maupun N, ditindak tegas. Pihak berwenang berjanji untuk mengungkap kebenaran di balik insiden ini dan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan.












