Rencana RI Bangun Pembangkit Nuklir, Thorium Disebut Jadi Bahan Baku Utama
Indonesia mulai menempatkan thorium sebagai salah satu bahan penting dalam pengembangan energi nuklir di dalam negeri. Dewan Energi Nasional (DEN) menyebut, langkah awal yang ditempuh pemerintah adalah memastikan pasokan thorium tersedia lebih dulu sebelum masuk ke tahap produksi dan pengolahan yang lebih luas.
Thorium Masih Harus Diimpor Lebih Dulu
Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto, mengatakan thorium akan diimpor pada tahap awal karena Indonesia masih perlu melakukan kajian lebih lanjut untuk menemukan dan memetakan sumber daya tersebut secara lebih rinci. Menurut dia, setelah pasokan tersedia di dalam negeri, barulah pemerintah dapat melangkah ke tahap berikutnya, termasuk meneliti kemungkinan memproduksi thorium sendiri.
Skema ini menunjukkan bahwa pengembangan energi nuklir tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah ingin memastikan bahan baku, ketersediaan cadangan, dan kesiapan teknis benar-benar diperhitungkan sejak awal.
PT Timah dan Uji Coba Produksi Thorium
Di sisi lain, PT Timah Tbk (TINS) juga dilibatkan dalam rencana tersebut. Perusahaan pelat merah itu akan melakukan uji coba untuk memproduksi thorium, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat basis bahan baku energi masa depan. Langkah ini menjadi bagian dari dorongan agar hasil tambang bernilai strategis tidak hanya diekspor mentah, tetapi juga diolah lebih jauh di dalam negeri.
Selain thorium, pemerintah juga serius menggarap potensi zirkonium. Kedua mineral ini dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan industri berbasis teknologi tinggi, termasuk sektor energi.
Pilot Plant Zirkonium dan Thorium Sudah Berjalan
Balai Besar Pengujian Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menjalankan pilot plant untuk tambang zirkonium dan thorium. Tahap uji ini dirancang sebagai pijakan awal sebelum masuk ke produksi skala lebih besar.
Targetnya, proses pilot plant tersebut selesai pada 2023 dan produksi bisa dimulai pada 2024. Jika berjalan sesuai rencana, agenda ini akan menjadi salah satu langkah penting Indonesia dalam menyiapkan rantai pasok bahan baku untuk energi nuklir di masa mendatang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












