Prabowo-Gibran: Pemilihan yang Mendorong Rekonsiliasi dan Persatuan

Budiman Sudjatmiko, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, menyatakan bahwa pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka merupakan pilihan rekonsiliasi dan persatuan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, pada Senin (11/12/2023).

Budiman mengemukakan bahwa setelah 25 tahun reformasi, agenda kemajuan Indonesia harus difokuskan pada persatuan tanpa mengesampingkan hak asasi manusia (HAM), pemerintahan, dan isu korupsi. Menurutnya, isu demokrasi, HAM, pemerintahan, dan korupsi masih relevan dan perlu mendapat perhatian.

Dia juga mengutarakan bahwa Prabowo Subianto, yang pada masa lalu merupakan prajurit TNI, hanya menjalankan tugas negara. Sementara itu, para aktivis reformasi menjalankan tugas sejarah dengan meruntuhkan rezim otoriter Soeharto. Budiman menyatakan bahwa dirinya dan para aktivis reformasi merasa terpanggil dari tugas sejarah untuk memajukan Indonesia menjadi lebih baik, bebas, dan demokratis.

Berdasarkan pandangan Budiman, selain persatuan, komitmen terhadap HAM harus diletakkan dalam kerangka bangsa agar Indonesia menjadi lebih sejahtera. Dia juga menekankan pentingnya kesehatan anak-anak Indonesia dan akses informasi yang tidak terganggu.

Budiman menegaskan bahwa pemilihan terhadap Prabowo dan Gibran merupakan pilihan rekonsiliasi dan persatuan nasional untuk kemajuan. Dia menyatakan bahwa mereka memimpikan Indonesia yang lebih baik, demokratis, dan menginginkan partisipasi semua pihak yang baik.

Sumber: [Source link]

Source link