Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi saksi dalam debat pertama antara para calon presiden untuk Pemilihan Umum 2024. Debat ini diadakan di Gedung KPU, Jakarta, pada Selasa (12/12/2023). Tiga calon presiden memaparkan visi mereka mengenai pemerintahan, hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, demokrasi, layanan publik, dan kerukunan warga.
Pada segmen pertama, para calon presiden memaparkan visi dan misi yang disusun oleh tim dari PT Bahasa Kita. Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 2, menjelaskan pandangannya terkait beberapa isu krusial di segmen-segmen berikutnya.
Pada segmen Kedua, Prabowo membahas penanganan masalah Papua dan kelangkaan pupuk. Dia menyampaikan bahwa masalah di Papua sangat kompleks karena terdapat gerakan separatisme dan terorisme. Prabowo menekankan perlunya melindungi rakyat Papua dari serangan kelompok teroris dan menyelesaikan konflik melalui dialog serta penegakan hukum yang lebih kuat. Selain itu, Prabowo juga memperhatikan kelangkaan pupuk subsidi di Jawa Tengah dan menyebut para petani sebagai kelompok rentan yang butuh perhatian.
Dalam segmen Ketiga, Prabowo menyoroti pemberantasan korupsi dan independensi kehakiman. Dia menekankan perlunya pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya dengan memperkuat lembaga anti-korupsi dan kejaksaan. Prabowo juga berjanji untuk memperbaiki independensi kehakiman agar tidak terintervensi. Menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang usia calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo menegaskan pentingnya menegakkan konstitusi tanpa intervensi.
Pada segmen Keempat, Prabowo menjawab pertanyaan seputar hakim MK yang melanggar etika dan menyatakan bahwa pendaftaran dirinya bersama Gibran tidak melanggar hukum. Dia juga menyatakan bahwa putusan terkait usia calon presiden dan calon wakil presiden sudah final, memberikan kebebasan kepada rakyat untuk menilai.
Pada segmen Kelima, Prabowo memfokuskan pada isu penanganan polusi di DKI Jakarta dan klaim sebagai pembela HAM yang menarik tahanan politik sebagai pendukung. Dia menyoroti tingginya indeks polusi selama kepemimpinan Anies Baswedan serta menegaskan penanganan isu HAM yang kerap ditanyakan harus dilihat dari sudut yang sudah ditangani.
Pada segmen Terakhir, Prabowo menegaskan pentingnya kerukunan bagi kemajuan Indonesia. Dia siap melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu demi kemajuan negara ini. Dalam pernyataan penutupnya, Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesatuan dan kerukunan sebagai kunci menuju Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Dia juga bersama Gibran Rakabuming Raka dari Koalisi Indonesia Maju siap meneruskan pembangunan demi masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. Dengan visi yang dibawakannya, Prabowo menggambarkan keyakinannya bahwa kerukunan dan kesatuan menjadi pondasi utama menuju negara yang besar dan maju. Terima kasih. (SENOPATI)


