Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) kembali memperlihatkan satu pola yang tak bisa diabaikan: kemiskinan di Indonesia masih terkonsentrasi kuat di wilayah dengan populasi besar. Dari total 24,06 juta penduduk miskin atau 8,57% dari seluruh penduduk, Pulau Jawa menyumbang porsi terbesar, yakni 12,62 juta orang. Angka itu setara sekitar 52,45% dari total penduduk miskin nasional.
Jawa Masih Menjadi Pusat Konsentrasi Kemiskinan
Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa tingginya jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa tidak lepas dari besarnya jumlah penduduk di wilayah tersebut. Dengan basis populasi yang jauh lebih besar dibanding pulau lain, beban kemiskinan di Jawa memang terlihat paling dominan dalam hitungan absolut.
Setelah Jawa, Pulau Sumatera berada di posisi kedua dengan 5,25 juta penduduk miskin atau 21,82% dari total nasional. Sementara itu, provinsi-provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbesar tercatat berada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.
Provinsi dengan Jumlah Terendah
Di sisi lain, sejumlah daerah menunjukkan angka yang jauh lebih kecil. Provinsi dengan jumlah penduduk miskin terendah adalah Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya. Perbedaan ini menunjukkan bahwa sebaran kemiskinan di Indonesia masih sangat timpang antarwilayah, baik dari sisi jumlah penduduk maupun struktur ekonomi daerah.
Garis Kemiskinan Naik Menjadi Rp 595.242
BPS juga menjelaskan bahwa status miskin ditentukan melalui garis kemiskinan, yakni nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan makanan dan non-makanan. Pada September 2024, garis kemiskinan per kapita per bulan ditetapkan sebesar Rp 595.242, naik 2,11% dibandingkan periode sebelumnya.
Nilai tersebut terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan, yang sama-sama mengalami kenaikan. Artinya, tekanan biaya hidup masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi posisi masyarakat terhadap batas kemiskinan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












