Tes Yamaha di Buriram: Sinyal Kuat, Tapi Masih Ada Pekerjaan Rumah
Yamaha datang ke tes pramusim MotoGP dengan modal yang tidak bisa dianggap kecil. Setelah tampil menjanjikan di Sepang, perhatian kini mengarah ke Buriram, tempat Fabio Quartararo dan timnya kembali mencari gambaran paling jelas soal kekuatan motor untuk musim 2025. Hasil di Malaysia sempat memberi harapan besar, namun hari pertama tes di Thailand menunjukkan bahwa peta persaingan belum sepenuhnya berpihak pada Yamaha.
Quartararo Masih Jadi Andalan Utama Yamaha
Di Sepang, Quartararo menjadi sorotan utama setelah menorehkan waktu tercepat ketiga secara keseluruhan selama lima hari tes. Catatan itu membuat pembalap asal Prancis tersebut berada tepat di belakang Alex Marquez dan Francesco Bagnaia, sekaligus unggul atas nama besar lain seperti Marc Marquez yang finis kelima. Bagi Yamaha, hasil itu menjadi sinyal penting bahwa paket motor mereka masih punya potensi untuk bersaing di papan atas.
Rekan setim Quartararo, Alex Rins, juga ikut memberi kabar positif dengan menempati posisi kesepuluh tercepat secara keseluruhan. Untuk tim pabrikan Yamaha yang berbasis di Iwata, pencapaian itu cukup memberi alasan untuk percaya diri. Tak heran bila Davide Tardozzi dari Ducati ikut melontarkan pujian dan menyebut Yamaha sebagai rival utama pada musim 2025.
Buriram Menunjukkan Gambaran yang Lebih Rumit
Namun, tes hari pertama di Buriram memperlihatkan sisi lain dari pekerjaan Yamaha. Jack Miller dari tim Pramac menjadi pembalap Yamaha tercepat pada sesi tersebut, sementara Quartararo justru berada di posisi ke-13. Situasi ini makin menarik karena beberapa pembalap Honda mampu finis di depannya, termasuk Luca Marini di urutan keenam dan Johann Zarco di posisi ketujuh.
Meski hasil itu tidak sekuat yang diharapkan, Quartararo tetap menjaga nada optimistis. Ia menilai tes tersebut tetap memberi kepuasan tersendiri, terutama karena ada banyak data yang bisa dipelajari sebelum musim dimulai.
Rins: Yamaha Masih Perlu Penyesuaian
Alex Rins juga berbicara jujur soal kondisi timnya. Ia mengakui Yamaha sedikit tertinggal di Sepang, namun menilai karakter sirkuit sangat berpengaruh terhadap performa motor. Menurut Rins, Yamaha cenderung lebih baik di trek yang lebih lebar dan panjang, sehingga hasil di Buriram bisa memberi gambaran berbeda dibanding Malaysia.
Rins juga berharap tidak ada perubahan besar menjelang hari terakhir tes pramusim di Buriram. Ia meyakini motor yang dipakai dalam rangkaian tes ini kemungkinan besar akan menjadi basis motor untuk balapan pembuka. Artinya, setiap detail kecil yang ditemukan sekarang bisa sangat menentukan langkah Yamaha saat musim benar-benar dimulai.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












