Berita  

Prabowo Optimis Kekayaan Danantara Capai USD 1 Triliun

Prabowo Pasang Target Besar: Kekayaan Danantara Didorong Tembus USD 1 Triliun

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti ambisi besar pemerintah dalam menguatkan peran Daya Anagata Nusantara atau Danantara sebagai badan pengelola investasi nasional. Dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada 29 April 2025, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa kekayaan Danantara bisa terus berkembang hingga menembus angka 1 triliun dolar AS.

Pernyataan itu menegaskan arah kebijakan investasi yang ingin didorong pemerintah, yakni membangun portofolio yang lebih kuat sekaligus memperbesar daya tarik Indonesia di mata investor asing. Bagi Prabowo, capaian sebesar itu bukan sekadar angka besar, melainkan simbol bahwa Indonesia punya ruang yang luas untuk mengelola aset dan investasi secara lebih agresif.

Target Besar untuk Lembaga Investasi Nasional

Danantara diposisikan sebagai salah satu instrumen penting dalam strategi pemerintah memperkuat fondasi ekonomi. Dengan target kekayaan mencapai 1 triliun dolar AS, Prabowo tampak ingin menunjukkan bahwa lembaga ini tidak hanya ditujukan sebagai pengelola dana, tetapi juga sebagai motor untuk memperluas kepercayaan pasar terhadap Indonesia.

Angka tersebut jelas bukan target kecil. Namun, justru di situlah letak pesan politik dan ekonominya: pemerintah ingin mendorong skala investasi yang jauh lebih besar, dengan harapan Indonesia makin diperhitungkan dalam persaingan global perebutan modal.

Pesan ke Investor: Indonesia Ingin Naik Kelas

Optimisme Prabowo juga dapat dibaca sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin membangun persepsi baru tentang iklim investasi di Tanah Air. Ketika sebuah badan investasi nasional dipatok dengan target setinggi itu, pesan yang muncul adalah Indonesia sedang bersiap naik kelas dan membuka ruang lebih luas bagi partisipasi investor asing.

Dengan kata lain, target Danantara bukan hanya soal pembesaran aset, tetapi juga upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang lebih kompetitif. Dalam konteks itu, pernyataan Prabowo menjadi penegasan bahwa pemerintah melihat investasi sebagai salah satu pilar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.