Grand Prix Inggris di Silverstone menghadirkan drama yang tak hanya menentukan hasil balapan, tetapi juga ikut mengubah peta persaingan di papan atas. Oscar Piastri, pembalap McLaren, harus menerima penalti 10 detik setelah dianggap melanggar aturan saat periode safety car. Hukuman itu langsung memicu reaksi keras, terlebih karena insiden terjadi dalam momen krusial ketika balapan hendak dimulai ulang.
Manuver Piastri saat restart jadi sorotan
Masalah bermula ketika lampu safety car padam dan balapan bersiap kembali berjalan. Piastri tiba-tiba mengerem, sehingga Max Verstappen yang berada di belakangnya harus menghindar. Steward FIA di Silverstone menilai pengereman itu terlalu keras dan tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dari sudut pandang pengawas lomba, tindakan tersebut cukup untuk menjatuhkan penalti.
Bagi Piastri, keputusan itu terasa menyakitkan. Ia disebut marah dengan hukuman yang diterimanya, apalagi setelah tidak masuk pit stop pada putaran terakhir dan akhirnya harus merelakan kemenangan jatuh ke tangan rekan setimnya, Lando Norris. Situasi itu membuat hasil akhir balapan terasa pahit, meski Piastri masih mampu finis di posisi kedua.
Horner mengaku tak terkejut
Prinsipal Red Bull, Christian Horner, menilai penalti tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan. Ia menyebut ada riwayat insiden serupa sebelumnya, sehingga hukuman untuk Piastri dianggap masuk akal dalam konteks pengawasan balapan. Meski begitu, Horner juga menyoroti bahwa kondisi cuaca buruk di Inggris ikut memengaruhi performa timnya sepanjang lomba.
Di sisi lain, Horner tetap memberi pengakuan atas kecepatan Max Verstappen yang menurutnya masih sangat kuat di lintasan. Namun, dalam balapan yang penuh tekanan seperti di Silverstone, kecepatan saja tidak cukup ketika keputusan kecil di bawah safety car bisa berujung pada penalti dan mengubah hasil akhir secara drastis.
Dampak dari penalti itu juga terasa di klasemen kejuaraan. Piastri memang masih membawa pulang poin besar lewat finis kedua, tetapi keunggulannya di persaingan gelar tetap terpangkas setelah hasil di Inggris. Di tengah cuaca yang tidak bersahabat, restart yang kacau, dan keputusan steward yang tegas, balapan ini kembali menunjukkan betapa tipisnya batas antara kemenangan dan kehilangan momentum.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










