Berita  

Konflik Ukraina: Zelensky Marah dan Ukraina Tembak 155 Drone

Ketegangan di front Rusia-Ukraina kembali memanas setelah serangan drone dan tembakan artileri dilaporkan terjadi hampir bersamaan dalam semalam. Di satu sisi, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 155 pesawat nirawak Ukraina. Di sisi lain, Ukraina juga melaporkan korban jiwa dan luka-luka akibat serangan Rusia di beberapa wilayah, menegaskan bahwa konflik belum menunjukkan tanda mereda.

Rusia Klaim Tembak Jatuh 155 Drone Ukraina

Menurut pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat, pencegatan berlangsung antara pukul 23.00 hingga 07.00 waktu Moskow. Dari total 155 drone yang diklaim berhasil dihancurkan, sebanyak 53 di antaranya ditembak jatuh di wilayah Kursk, kawasan yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Otoritas Rusia menyebut operasi itu sebagai bagian dari upaya menangkal serangan udara yang datang dalam gelombang sepanjang malam.

Serangan drone juga dilaporkan berdampak di wilayah lain. Di Lipetsk Barat, satu orang dilaporkan tewas setelah sebuah pesawat nirawak jatuh di area pertanian dan memicu kebakaran. Api itu disebut cepat dipadamkan. Sementara itu, di Tula, Rusia Barat, satu orang lainnya tewas dan seorang warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden serupa.

Balasan Serangan di Kharkiv dan Chuguiv

Di pihak Ukraina, serangan Rusia menghantam kota Chuguiv di wilayah Kharkiv. Serangan tersebut merusak dua rumah pribadi dan sebuah bangunan rumah sakit, serta menyebabkan tiga orang terluka. Kerusakan pada fasilitas sipil kembali menyoroti betapa luasnya dampak konflik terhadap warga di garis belakang pertempuran.

Pemerintah di Kyiv juga melaporkan bahwa sedikitnya 28 orang terluka dalam penembakan Rusia pada hari Kamis, termasuk dua anak di bawah umur. Data itu menambah daftar panjang korban sipil yang terus muncul di tengah rangkaian serangan lintas wilayah.

Perang yang Belum Menunjukkan Reda

Rangkaian serangan terbaru ini menjadi bagian dari eskalasi yang terus berlangsung sepanjang sepekan terakhir. Perang yang dimulai sejak Februari 2022 itu masih menyisakan intensitas tinggi di darat maupun udara, sementara Amerika Serikat disebut terus menjalin komunikasi dengan kedua pihak dalam upaya mendorong jalan damai.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.