Berita  

Strategi Sukses Meningkatkan Pertumbuhan: Aturan Potensi Daerah

PT Jababeka Tbk (KIJA) menyoroti satu hal yang sering luput dalam pembahasan pembangunan ekonomi: tidak semua daerah bisa diperlakukan dengan aturan yang sama. Bagi perusahaan yang lama berkecimpung di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) itu, kunci pertumbuhan justru terletak pada kemampuan pemerintah membaca potensi tiap wilayah secara lebih presisi.

Aturan Harus Mengikuti Karakter Daerah

Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono, menegaskan bahwa setiap daerah memiliki kebutuhan, peluang, dan tantangan yang berbeda. Karena itu, regulasi untuk pengembangan KEK tidak ideal jika dibuat seragam dari satu wilayah ke wilayah lain. Menurut dia, pendekatan yang lebih tepat adalah menyesuaikan aturan dengan karakter daerah agar kebijakan yang lahir benar-benar mendukung perkembangan ekonomi setempat.

Dalam pandangannya, kawasan industri dan KEK dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia bila didukung regulasi yang sesuai. Tanpa penyesuaian terhadap kondisi lapangan, potensi yang seharusnya bisa dipacu justru berisiko tidak berkembang optimal.

Kepastian Hukum Jadi Daya Tarik Investasi

Selain soal penyesuaian aturan, Setyono juga menekankan pentingnya kepastian hukum, insentif yang menarik, serta jaminan perlindungan bagi investor. Tiga hal ini dinilai menjadi fondasi agar pelaku usaha merasa aman untuk menanamkan modal di suatu kawasan. Bagi investor, kepastian regulasi bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor utama sebelum mengambil keputusan bisnis.

Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis potensi daerah, pemerintah diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih sehat. Di titik inilah KEK dan kawasan industri bisa berfungsi bukan hanya sebagai pusat aktivitas usaha, tetapi juga sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Pesan dari Jababeka soal Arah Pengembangan KEK

Dialog Bunga Cinka bersama Setyono Djuandi Darmono mengenai pandangan tersebut dapat disaksikan dalam Program Closing Bell CNBC Indonesia. Pembahasan itu kembali menegaskan bahwa strategi pembangunan kawasan tidak bisa dilepaskan dari realitas lokal, terutama jika targetnya adalah pertumbuhan yang berkelanjutan dan menarik minat investor jangka panjang.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.