Penyakit Kawasaki pada Anak: Penyebab dan Gejala

Penyakit Kawasaki merupakan penyakit serius yang dapat mengancam kesehatan anak, meski mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Penyakit ini adalah peradangan pada pembuluh darah yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi gangguan jantung. Gejala awalnya dapat mirip dengan penyakit infeksi seperti demam berdarah atau campak, namun perlu diketahui bahwa penyakit Kawasaki bukanlah penyakit yang menular.

Penanganan dini sangat penting dalam kasus penyakit Kawasaki untuk mencegah kerusakan pada dinding pembuluh darah jantung. Dengan perawatan yang tepat, anak yang terkena penyakit ini dapat sembuh dalam waktu 6-8 minggu. Penyakit Kawasaki pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1960-an oleh dokter spesialis anak Prof. Tomisaku Kawasaki, namun hingga kini penyebab pasti penyakit ini belum diketahui. Beberapa penelitian menduga bahwa faktor genetik yang diturunkan dari orang tua dapat berperan dalam penyakit ini.

Gejala penyakit Kawasaki dapat bervariasi, tergantung pada tahapan penyakit. Tahap awal gejala antara lain demam tinggi yang tidak stabil selama lima hari atau lebih, mata merah, bibir berwarna kebiruan, serta ruam kemerahan pada kulit. Jika tidak ditangani dengan cepat, gejala dapat berkembang menjadi diare, sakit perut, kulit di tangan dan kaki terkelupas, hingga kulit dan bagian putih mata menguning.

Ketika mengalami gejala Kawasaki pada anak, segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius pada jantung dan memastikan pemulihan anak secara optimal. Penting untuk diketahui bahwa penyakit Kawasaki yang tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen, oleh karena itu kewaspadaan dan penanganan yang tepat sangatlah penting.

Baca juga: Tim dokter RSUD Sungailiat temukan penyakit Kawasaki pada balita

Kapan harus ke dokter? Orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika gejala seperti demam lebih dari lima hari disertai mata merah, lidah membengkak dan memerah, kulit mengelupas, dan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan terjadi. Dengan pemahaman yang baik mengenai gejala dan penanganan penyakit Kawasaki, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan kesehatan anak dan mencegah komplikasi yang lebih parah.

Source link