Di musim keduanya di Moto2, pembalap Brasil itu pertama kali mengalami kesulitan sebelum akhirnya menetap dengan Italtrans. Setelah mengatasi keraguan, Diogo Moreira muncul sebagai versi terbaik dari dirinya sendiri, sehingga membuatnya berpotensi untuk naik ke MotoGP musim depan, di mana gelar juara dunia Moto2 bisa menjadi hiasan sempurna bagi karirnya.
Pada hari Minggu di Red Bull Ring, Moreira meraih kemenangan keduanya musim ini dan menjauh dari pemimpin klasemen Manuel Gonzalez yang tidak finis. Meskipun saat ini tertinggal 35 poin dari pemimpin klasemen, Aron Canet tetap dalam pertarungan dengan sembilan Grand Prix tersisa.
Tawaran dari Yamaha dan Honda membuat Moreira menjadi buruan utama. Kecepatannya dan kewarganegaraan Brasil yang memungkinkannya menyesuaikan dengan momen penting dalam ekspansi Kejuaraan Dunia, membuatnya menjadi kandidat yang menarik untuk kejayaan di dunia balap motor.
Saat ini, opsi terbaik bagi Moreira adalah bergabung dengan tim satelit Yamaha, Pramac, yang akan memasangkannya dengan Toprak Razgatlioglu. Meskipun ada kemungkinan di Honda, namun situasi kontrak yang ada membuat Pramac tampak sebagai tujuan yang lebih realistis bagi pembalap muda tersebut.
Menandatangani kontrak jangka panjang adalah prioritas bagi Moreira, yang ingin fokus pada kinerja di lintasan tanpa tekanan. Keputusan cepat dibutuhkan dengan ketersediaan tempat yang terbatas di MotoGP, namun segala perjalanan profesinya tampaknya menuju ke arah yang semakin cerah.












