Sosok Ferry Irwandi, CEO Malaka Project Dibahas Tim Siber TNI

Nama Ferry Irwandi mendadak kembali ramai dibicarakan setelah Dansatsiber Mabes TNI, Juinta Omboh Sembiring, menyebut adanya dugaan tindak pidana yang dikaitkan dengannya. Di tengah perhatian publik yang mengarah kepadanya, Ferry justru menyampaikan sikap terbuka: ia siap mengikuti proses hukum dan menegaskan tidak akan kabur dari persoalan yang menyeret namanya.

Perjalanan Ferry Irwandi dari Jambi ke ruang publik digital

Ferry Irwandi lahir di Jambi pada 1991 dan tumbuh dalam keluarga pendidik. Sebelum dikenal luas sebagai kreator konten, ia menempuh pendidikan serta menekuni bidang akuntansi dan keuangan. Latar belakang itu kemudian membawanya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Keuangan.

Namun, jalur kariernya berubah saat Ferry memilih mundur dari status PNS dan fokus membangun kanal YouTube. Sejak 2010, ia aktif membuat konten yang banyak membahas isu edukatif, politik, pendidikan, hingga filsafat stoikisme. Gaya penyampaiannya yang lugas membuat namanya perlahan menembus audiens yang lebih luas.

Semakin dikenal lewat podcast dan Malaka Project

Popularitas Ferry semakin menguat setelah ia tampil di podcast milik Deddy Corbuzier dan kemudian terhubung dengan program tersebut. Dari sana, namanya kian sering diperbincangkan, terutama di ruang digital yang menaruh perhatian pada isu-isu sosial dan diskusi publik.

Di luar aktivitas sebagai konten kreator, Ferry juga mendirikan Malaka Project pada 2023. Inisiatif ini dirancang sebagai ruang pendidikan digital yang mendukung gagasan Indonesia Emas 2045. Melalui platform itu, sejumlah tokoh muda dari berbagai latar belakang diajak berkolaborasi dalam diskusi kritis dan konten edukatif.

Di tengah sorotan, pilih hadapi proses hukum

Meski namanya kini berada dalam pusaran perhatian akibat dugaan tindak pidana yang disebut oleh pihak TNI, Ferry Irwandi tetap menegaskan kesediaannya menjalani proses yang berlaku. Sikap itu menambah lapisan baru dalam sosoknya: bukan hanya kreator konten dan pendidik digital, tetapi juga figur publik yang kini harus berhadapan dengan ujian serius di ruang hukum dan opini publik.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.