Marco Bezzecchi dan Aprilia menjadi bintang akhir pekan MotoGP San Marino dan Riviera di Rimini. Meskipun trek tidak mendukung RS-GP di masa lalu, Bezzecchi berhasil meraih posisi terdepan dan memenangi Sprint, menyumbangkan kesuksesan pertama musim ini yang tidak dikaitkan dengan Ducati atau keluarga Marquez. Hal ini dianggap sebagai tonggak sejarah potensial bagi MotoGP 2025. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, memberikan pujian untuk Bezzecchi atas penampilan luar biasanya yang di atas kemampuan motor RS-GP saat ini, mirip dengan Marquez.
Bezzecchi, dengan penampilan luar biasanya, memimpin selama 11 lap dan bertahan hingga bendera finis, menunjukkan perkembangan positif bagi tim Aprilia. Rivola juga menyatakan keyakinannya bahwa Bezzecchi bisa menjadi rider pertama Aprilia yang finis di tiga besar Kejuaraan Dunia.
Di sisi lain, Rivola merasa bahwa penting bagi Aprilia untuk mempertahankan pendekatan kerja keras dan tekun seperti yang ditunjukkan oleh Bezzecchi. Ia juga menekankan pentingnya meminimalisir kesalahan di lintasan untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Bezzecchi sendiri menjelaskan bahwa peningkatan performa Aprilia di MotoGP terjadi berkat perubahan pada pengaturan mekanis dan peta motor. Meskipun mengalami kesulitan di beberapa balapan terakhir, ia optimis Aprilia akan terus memperlihatkan peningkatan di lintasan. Dalam pandangannya, Bezzecchi adalah talenta yang hebat dan bekerja keras, memberikan pengaruh positif bagi timnya.
Meskipun berhasil mengalahkan Ducati, tetapi Aprilia masih menilai Ducati sebagai motor yang lebih mudah untuk dipacu hingga batas maksimal. Meski begitu, target utama Aprilia tetap mengalahkan Marc Marquez dan membuktikan kemampuannya di lintasan balap. Dalam pandangan Aprilia, Marquez telah menjadi faktor penentu dalam perubahan performa tim MotoGP.












