Presiden Indonesia telah menjadi bagian penting dari Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama beberapa dekade terakhir. Presiden Prabowo baru-baru ini menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 di New York setelah absen selama 10 tahun. Namun, dia bukan satu-satunya presiden Indonesia yang pernah berpidato di PBB. Sejak era Presiden Soekarno pada 1960, pemimpin-pemimpin Indonesia telah menggunakan forum ini untuk menyuarakan pandangan bangsa.
Presiden Soekarno menjadi pemimpin Indonesia pertama yang berpidato di Sidang Umum PBB pada tahun 1960. Pidatonya berjudul “To Build the World Anew” dan dianggap sebagai salah satu orasi paling berpengaruh dalam sejarah diplomasi Indonesia. Selain Soekarno, Presiden Soeharto, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo juga telah berpidato di Sidang Umum PBB.
Presiden Prabowo dijadwalkan akan berpidato pada Sidang Umum PBB ke-80 pada tahun 2025. Salah satu isu yang akan dia angkat adalah dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina. Meskipun tidak semua presiden Indonesia telah berpidato di PBB, kehadiran seorang presiden di forum internasional ini memiliki makna simbolis yang kuat dalam politik luar negeri suatu negara. Podium PBB sering digunakan untuk menyampaikan pesan politik yang mencerminkan arah diplomasi dan posisi suatu negara di kancah internasional.












