Penyebab & Gejala Demensia Pada Usia Muda: Fakta Menarik!

Demensia, atau yang biasa disebut pikun, tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia di atas 60 tahun. Ternyata, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang yang masih muda, bahkan anak-anak dalam beberapa kasus. Young Onset Dementia (YOD) atau Early Onset Dementia (EOD) adalah istilah untuk demensia yang muncul sebelum usia 60 tahun, sering kali mulai terlihat pada usia 20-an, bahkan lebih muda.

Demensia terjadi ketika fungsi otak mengalami penurunan, memengaruhi berbagai kemampuan seperti berbahasa, daya ingat, berpikir, dan aktivitas sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh penyakit yang menyerang sel-sel otak, merusak dan bahkan merusak sel otak seiring berjalannya waktu. Gejala demensia cenderung progresif, semakin berkembang dan memperburuk dari waktu ke waktu, dengan risiko terjadi pada orang lanjut usia yang semakin tinggi.

Penyebab demensia pada usia muda bervariasi, mulai dari faktor genetik, penyakit seperti alzheimer, down syndrome, diabetes, kardiovaskular, hingga kondisi langka seperti Neuronal Ceroid Lipofuscinoses (NCL) dan Batten Disease. Gejala demensia pada usia muda juga berbeda dari gejala pada orang lanjut usia, seperti menurunnya kemampuan memori jangka pendek, kesulitan menemukan kata, tugas sehari-hari, kebingungan, dan perubahan perilaku dan emosi.

Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan demensia, ada langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti berolahraga rutin, menerapkan pola makan sehat, cukupi asupan vitamin D, hindari kebiasaan buruk, menjaga otak tetap aktif, dan menjaga pola hidup sehat. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, risiko terkena demensia pada usia muda bisa dikurangi.

Source link