Berita  

Update Berita: Perang Berakhir Trump, Netanyahu Belum

Update Berita: Trump Sebut Perang Gaza Telah Usai, Netanyahu Masih Menahan Diri

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang Gaza telah berakhir sebelum dirinya kembali ke Timur Tengah untuk menghadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh. Namun, di balik pernyataan penuh keyakinan itu, proses politik dan teknis di lapangan masih jauh dari tuntas. Negosiator dari berbagai pihak masih dikejar waktu untuk menyelesaikan detail pertukaran sandera dan tahanan yang menjadi inti kesepakatan.

Trump Yakin, Tapi Detail Kesepakatan Masih Diperdebatkan

Trump menyampaikan pandangannya kepada wartawan di Air Force One sebelum lepas landas dari Washington. Dalam peta jalan perdamaian yang dia ajukan, Hamas akan membebaskan semua sandera yang masih hidup dan ditahan sejak Oktober 2023. Sebagai gantinya, Israel akan melepas sekitar 2.000 tahanan Palestina. Meski begitu, hingga malam hari, dua sumber dari Hamas menyebut kelompok itu masih menuntut agar tujuh pemimpin senior Palestina ikut dimasukkan dalam daftar pembebasan.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski kerangka besar kesepakatan sudah diumumkan, bagian paling sensitif justru masih menjadi bahan tarik-ulur. Bagi para negosiator, satu nama saja bisa cukup untuk memperlambat seluruh proses.

Netanyahu Pilih Hati-Hati, Sandera Dijadwalkan Dibebaskan Senin

Trump dijadwalkan tiba di Israel setelah pembebasan sandera dan akan berpidato di parlemen sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir untuk memimpin KTT di Sharm El-Sheikh. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan nada yang jauh lebih hati-hati dalam pernyataannya di Yerusalem, dengan menegaskan bahwa perjuangan belum benar-benar selesai.

Persiapan pembebasan sandera direncanakan dimulai pada Senin pagi. Namun, pejabat militer Israel memperingatkan bahwa tidak semua sandera yang gugur kemungkinan bisa dikembalikan. Setelah Israel memastikan keselamatan sandera yang dibebaskan, barulah pembebasan tahanan Palestina akan dilakukan sebagai bagian dari pertukaran.

Perang yang Menelan Puluhan Ribu Korban

Selama konflik berlangsung, perang di Gaza telah menewaskan lebih dari 67.800 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Hamas memang kehilangan sejumlah pemimpin penting, tetapi kelompok itu belum sepenuhnya dihancurkan. Dalam rencana Trump, sebagian pasukan Israel akan ditarik dari Gaza dan posisinya digantikan oleh pasukan multinasional yang berbasis di Israel.

Dengan demikian, meski Trump berbicara seolah perang sudah selesai, kenyataan di lapangan masih memperlihatkan bahwa perdamaian baru berada di tahap paling rapuh: antara pengumuman kemenangan dan kerja keras memastikan isi kesepakatan benar-benar dijalankan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.