Kisah dramatis terjadi di Interlagos pada Jumat (7/11/2025) ketika Ferrari meliuk-liuk di trek. Khususnya, Lewis Hamilton melakukan putaran spektakuler 720 derajat saat mobil SF-25-nya melintir di Mergulho selama sesi latihan bebas pertama. Sektor kedua di Autodromo Jose Carlos Pace ini memiliki karakteristik berbeda dengan tikungan-tikungan yang menantang serta perubahan camber dan gradien yang signifikan. Namun, pertarungan Hamilton di sesi kualifikasi sprint tidak berjalan semulus yang diinginkan. Meskipun sedikit lebih cepat dari rekan setimnya, Charles Leclerc, namun Hamilton tersingkir di SQ2 setelah terjebak dengan bendera kuning. Meski begitu, sang juara dunia tujuh kali itu tetap menghadapi hari yang sulit dengan penuh semangat.
Leclerc sendiri berjuang melawan masalah mobil Ferrari yang belum optimal sepanjang musim. Tim merancang SF-25 dengan mempertimbangkan ketinggian pengendaraan yang rendah, namun evolusi trek tampaknya memberikan masalah tersendiri. Sementara itu, tim lawan seperti McLaren dan Red Bull telah menemukan cara untuk mencapai ketinggian pengendaraan belakang yang sesuai untuk meningkatkan performa mobil mereka. Ferrari, meski sedikit terlambat dalam adaptasi ini, tidak menyerah dan berusaha untuk meraih hasil maksimal di lintasan yang bergelombang ini.
Meskipun Hamilton akhirnya lolos dari investigasi bendera kuning dengan teguran, namun performa Ferrari yang belum optimal menunjukkan bahwa ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Leclerc mengakui bahwa mobilnya lambat, tetapi ia tetap optimis untuk memperbaiki diri dalam balapan berikutnya. Dengan tambahan waktu dan upaya maksimal, Ferrari masih memiliki peluang untuk bangkit dari keterpurukan mereka. Semua ini mencerminkan persaingan sengit dan dinamika yang menarik dalam ajang balap Formula 1.












