Berita  

Pelanggaran Israel di Gaza: Berapa Kali Terjadi?

Setelah deklarasi gencatan senjata di Jalur Gaza, terdengar suara ledakan hampir setiap hari, menurut data Kantor Media Pemerintah di Gaza. Israel dilaporkan melanggar kesepakatan sebanyak 282 kali dalam rentang waktu satu bulan setelah gencatan senjata tersebut. Pelanggaran tersebut meliputi serangan udara, penembakan warga sipil, penyerbuan ke pemukiman, penghancuran properti warga, dan penahanan warga Palestina. Menurut informasi dari Al Jazeera, Israel tidak hanya melakukan serangan militer, tetapi juga menghalangi bantuan vital dan merusak infrastruktur sipil.

Gencatan senjata dimulai setelah Amerika Serikat meluncurkan proposal 20 poin pada 29 September. Namun, kesepakatan ini dibuat tanpa keterlibatan langsung Palestina dan ditandatangani secara simbolis pada 13 Oktober di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Namun, ketidakhadiran Israel dan Hamas dalam penandatanganan kesepakatan menimbulkan keraguan atas efektivitasnya. Israel berjanji untuk tidak mendukung berdirinya negara Palestina, sementara AS terus memberikan bantuan militer besar-besaran kepada Israel.

Meski gencatan senjata telah diberlakukan, Israel terus melakukan serangan ke Gaza. Analisis media menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata dimulai, tercatat 242 warga Palestina tewas dan 622 lainnya terluka. Data Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan serangan paling mematikan terjadi pada 19 dan 29 Oktober, dengan total korban mencapai 154 orang. Trump membela tindakan Israel, menyebutkan bahwa serangan tersebut sebagai “respon atas kematian tentara Israel.”

Salah satu poin utama kesepakatan gencatan senjata adalah pengiriman penuh bantuan kemanusiaan ke Gaza, namun pelaksanaannya jauh dari janji. Inspeksi Israel membuat penyaluran bantuan terhambat berhari-hari, dimana bahan makanan penting tidak diizinkan masuk sementara makanan ringan seperti coklat dan minuman bersoda disahkan.

Meski konflik terus berlanjut, sebagian kesepakatan gencatan senjata tetap ditegakkan. Pada 13 Oktober, Hamas membebaskan sejumlah tawanan Israel dengan imbalan ratusan tahanan dan warga Palestina yang hilang. Hamas dan Israel juga melakukan pertukaran jenazah sebagai bagian dari kesepakatan. Overall, situasi di Gaza tetap tegang meskipun adanya gencatan senjata yang diharapkan dapat mengakhiri konflik tersebut.

Source link