Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat dalam NKRI

Pada peringatan Hari Pahlawan 2025, Presiden RI Prabowo Subianto telah menganugerahi sepuluh tokoh dengan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara. Salah satu dari mereka adalah almarhum Sultan Zainal Abidin Syah dari Maluku Utara yang secara khusus diakui dalam Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi. Zainal Abidin Syah berperan penting dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia Timur, terutama Papua Barat, agar tetap menjadi bagian dari NKRI. Ia adalah Sultan Tidore dan Gubernur Irian Barat pertama yang aktif di masa lalu.

Zainal Abidin Syah lahir pada 1912 di Tidore, Maluku Utara, dan dikenal sebagai “Penjaga Timur Indonesia”. Melalui pendidikan Belanda, ia memiliki latar belakang yang kuat dan berpengalaman sebagai pegawai negeri di berbagai daerah di Indonesia Timur. Selama pendudukan Jepang, ia bersikap tegas dalam mempertahankan wilayahnya dan setelah kemerdekaan Indonesia, ia terus berjuang untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Dengan keyakinan yang kuat akan sejarah Kesultanan Tidore, Zainal Abidin Syah menolak penyerahan Irian Barat kepada Belanda dan berkomitmen untuk memperjuangkan wilayah tersebut sebagai bagian dari Kesultanan. Melalui kegigihan dan dedikasinya, ia berhasil mencapai berbagai prestasi seperti pembentukan Provinsi Perjuangan Irian Barat dan penunjukan dirinya sebagai Gubernur Provinsi tersebut.

Setelah masa pengabdiannya yang panjang, Zainal Abidin Syah wafat pada 4 Juli 1967 dan dimakamkan di Ambon. Namanya diabadikan melalui berbagai penghargaan dan penamaan jalan utama di Tidore, sebagai penghormatan atas perjuangannya. Dengan jasa-jasanya yang luar biasa, Zainal Abidin Syah layak diakui sebagai salah satu Pahlawan Nasional yang menginspirasi dan meninggalkan warisan untuk generasi mendatang.

Source link