Presiden Ferrari, John Elkann, menemui banyak tanggapan atas kritiknya terhadap Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Jenson Button, juara Formula 1 tahun 2009, memberikan dukungannya kepada Leclerc dan Hamilton dalam menghadapi kritik tersebut. Button menyarankan Elkann untuk memberikan contoh yang baik kepada para pembalap Scuderia, setelah Elkann menyatakan bahwa para pembalap Ferrari seharusnya lebih fokus pada mengemudi daripada banyak bicara.
Diluar Button, Karun Chandhok, yang pernah menjadi rival di trek dari 2010 hingga 2011, juga menyatakan bahwa masalah Ferrari saat ini terletak pada performa mobil mereka yang kurang dari cukup. Chandhok percaya bahwa jika Ferrari memiliki mobil sebagus McLaren, Leclerc dan Hamilton telah memiliki kesempatan untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Meskipun tidak merespons secara langsung terhadap kritik Elkann, Leclerc mengeluarkan pernyataan di media sosial menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi situasi sulit saat ini. Sementara itu, Hamilton menegaskan dukungan penuhnya pada timnya dan tekadnya untuk terus berjuang tanpa menyerah.
Hamilton dan Button pernah bekerja bersama sebagai rekan setim di McLaren selama tiga tahun sebelum menjalani karier masing-masing di tim yang berbeda. Button mengakhiri kariernya di Formula 1 setelah membalap untuk McLaren hingga akhir 2016, sementara Hamilton meraih enam gelar juara dunia sebelum bergabung dengan Ferrari pada tahun 2025.
Setelah menghadapi situasi sulit, Leclerc, Hamilton, dan rekan setimnya tetap optimis dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam tiga balapan terakhir musim ini. Dukungan dari sesama pembalap, seperti Button dan Chandhok, semakin memperkuat semangat juang tim Ferrari.












