Kisah Sejarah Hubungan Prabowo – Raja Yordania

Kisah Lama Prabowo dan Raja Abdullah II Kembali Mengemuka saat Yordania Berkunjung ke Indonesia

Hubungan Indonesia dan Yordania diperkirakan kembali mendapat sorotan saat Raja Yordania Abdullah II tiba di Indonesia pada Jumat sore untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Agenda kedatangan ini tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga membawa kembali perhatian pada kedekatan pribadi antara Raja Abdullah II dan Presiden Prabowo Subianto yang telah terjalin jauh sebelum keduanya memimpin negara masing-masing.

Agenda kenegaraan dan pertemuan penting di Jakarta

Dalam kunjungan tersebut, Raja Abdullah II dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto serta perwakilan dari Danantara Indonesia. Selain pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Yordania. Kehadiran Raja Yordania di Jakarta menjadi bagian dari rangkaian lawatan ke sejumlah negara Asia, termasuk Jepang, Vietnam, Singapura, dan Pakistan.

Persahabatan yang sudah terjalin sejak muda

Momen ini terasa istimewa karena hubungan Prabowo dan Abdullah II bukanlah kedekatan yang lahir dari jabatan, melainkan dari sejarah panjang pertemanan. Keduanya sama-sama pernah menempuh pendidikan di sekolah ranger bergengsi Angkatan Darat Amerika Serikat di Fort Benning. Dari sana, hubungan personal mereka terus berlanjut dan semakin dekat ketika Prabowo memilih mengasingkan diri ke Yordania pada 1998.

Dalam periode itu, Raja Abdullah II bahkan pernah menawarkan kewarganegaraan Yordania kepada Prabowo. Namun, Prabowo memilih tetap memegang kewarganegaraan Indonesia. Keputusan itu menjadi bagian dari kisah yang kerap disebut sebagai simbol kedekatan sekaligus loyalitasnya terhadap tanah air.

Hubungan lama yang kini berada di level tertinggi

Kini, keduanya sama-sama berada di puncak kepemimpinan negaranya. Abdullah II telah menjadi Raja Yordania sejak 1999, sementara Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia sejak 20 Oktober 2024. Pertemuan di Jakarta kali ini pun dipandang sebagai kelanjutan dari hubungan yang telah dibangun selama puluhan tahun, sekaligus peluang untuk memperkuat kerja sama yang lebih konkret antara kedua negara.

Prabowo sendiri sebelumnya telah mengunjungi Yordania pada 14 April 2025 dan bertemu langsung dengan Raja Abdullah II. Dengan kunjungan balasan ini, relasi Indonesia dan Yordania tidak hanya bergerak di jalur formal diplomasi, tetapi juga ditopang oleh ikatan personal yang jarang ditemui dalam hubungan antarnegara.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.