Berita  

Penyebab Kenaikan Harga Telur hingga Rp100.000: Temukan Lokasinya

Harga telur ayam ras mengalami lonjakan tajam pada pekan kedua November 2025, tercatat mencapai Rp100.000 per kilogram di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan permintaan dan kendala distribusi di berbagai daerah, dengan 157 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga telur ayam ras. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga telur masih terus berlanjut, melebihi harga acuan penjualan yang ditetapkan. Kenaikan harga juga disebabkan oleh meningkatnya konsumsi telur untuk program makan bergizi gratis, yang menjadi faktor pemicu naiknya harga telur di beberapa daerah.

Selain peningkatan permintaan, kenaikan harga telur juga dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan dan kondisi distribusi di sejumlah daerah. Hal ini membuat harga di tingkat distributor naik dan alur pasokan terhambat, mendorong kenaikan harga secara keseluruhan. Meskipun menimbulkan inflasi pada komoditas pangan, Amalia melihat bahwa kenaikan permintaan ini memberikan peluang untuk memperkuat produksi telur dalam negeri, sehingga kebutuhan program makan bergizi gratis dan konsumsi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Di samping Kabupaten Mamberamo Tengah, daerah lain seperti Puncak Jaya dan Intan Jaya juga mencatat harga telur yang tinggi. Meski demikian, BPS terus mengawasi perkembangan harga telur dan berupaya untuk mencari solusi dalam pengendalian inflasi di daerah. Melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, BPS berusaha memahami faktor-faktor yang memengaruhi kenaikan harga telur ayam ras dan berbagai kebijakan yang dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia.

Source link