Verstappen Tak Ingin McLaren “Mengunci” Piastri Demi Norris di Perebutan Gelar F1 2025
Persaingan gelar juara dunia Formula 1 musim 2025 memasuki fase paling sensitif. Di tengah duel internal McLaren antara Oscar Piastri dan Lando Norris, Max Verstappen ikut memberi pandangan yang menambah panas situasi. Nama Piastri dan Norris kini bukan sekadar rekan setim, melainkan dua kandidat serius yang sama-sama masih punya peluang mengangkat trofi di akhir musim.
Norris di Atas Angin, Piastri Tak Boleh Salah Langkah
Setelah hasil balapan terakhir, posisi Norris menjadi lebih menguntungkan. Dengan jarak 24 poin dari Piastri, pembalap asal Inggris itu hanya perlu unggul dua poin atas rekan setimnya di Grand Prix Qatar untuk mengamankan gelar. Namun, jalan Norris tidak sesederhana itu. Ia juga harus menjaga jarak dari Verstappen, yang masih mengintai dan membutuhkan selisih minimal dua poin untuk tetap berada dalam perburuan.
Situasi ini membuat McLaren berada dalam posisi yang rumit. Diskualifikasi seluruh pembalap McLaren di GP Las Vegas ikut mengubah peta persaingan, sekaligus memunculkan pertanyaan apakah tim perlu mengarahkan Piastri untuk membantu Norris. Di atas kertas, opsi itu bisa memperjelas strategi tim. Tetapi di sisi lain, langkah seperti itu berisiko memicu kritik karena dianggap mengganggu pertarungan yang seharusnya berlangsung bebas.
Verstappen: Balapan Harus Tetap Balapan
McLaren sudah menegaskan tidak akan meminta Piastri mengalah demi Norris. Sikap itu disorot Verstappen, yang menilai pembalap sejati seharusnya tetap dibiarkan bertarung tanpa instruksi untuk menahan diri. Menurut juara dunia tersebut, semangat kompetisi justru akan tercoreng jika seorang pembalap diminta tidak tampil maksimal hanya demi kepentingan rekan setimnya.
Verstappen juga menekankan bahwa persaingan masih jauh dari selesai. Meski peluangnya kini dinilai lebih baik setelah situasi di balapan sebelumnya, ia mengakui faktor keberuntungan tetap bisa menentukan hasil akhir. Dalam pandangannya, perebutan gelar ini belum punya jawaban pasti, dan setiap poin di Qatar bisa mengubah arah musim.
Red Bull Masih Menjaga Asa
Di tengah tekanan yang terus meningkat, Verstappen memilih tetap fokus pada target utamanya: menjadi juara dunia. Ia tak menunjukkan perubahan pendekatan meski ada insiden diskualifikasi yang mengguncang seri sebelumnya. Bagi Verstappen, yang terpenting adalah memaksimalkan setiap kesempatan sampai bendera finis musim ini dikibarkan.
Red Bull Racing pun masih memelihara harapan. Dengan selisih poin yang belum benar-benar menutup pintu, Verstappen masih punya ruang untuk menyerang. Satu balapan di Qatar bisa menjadi penentu apakah persaingan ini akan mengerucut pada duel internal McLaren atau justru membuka jalan bagi Verstappen untuk membalik keadaan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












