Ferrari kembali melewati akhir pekan yang berat di GP Qatar. Dua pembalapnya, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, sama-sama gagal menemukan ritme terbaik, dengan Leclerc finis di posisi ke-10 pada kualifikasi utama dan Hamilton harus puas di urutan ke-18. Hasil itu mempertegas betapa sulitnya Ferrari mengubah tekanan menjadi poin, terutama setelah sesi sprint yang juga tidak berjalan mulus.
Ferrari Masih Tersendat di Lusail
Di Sirkuit Lusail, Ferrari terlihat belum punya jawaban atas masalah yang mereka hadapi sejak awal akhir pekan. Leclerc memang berhasil menembus 10 besar, tetapi hasil tersebut jauh dari kata memuaskan bagi pembalap asal Monako itu. Ia mengakui performa mobil tidak cukup kompetitif untuk memberi peluang lebih besar.
Hamilton juga tidak berada dalam situasi yang lebih baik. Ia memulai sprint dari pitlane dan sempat mengeluhkan persoalan pada mobilnya. Kondisi itu membuatnya kesulitan membangun kecepatan, sementara Ferrari terus bergulat dengan paket mobil yang belum sepenuhnya bekerja sesuai harapan.
Strategi, Ban, dan Harapan Kecil pada Safety Car
Situasi Ferrari di grand prix ini juga makin rumit karena adanya kewajiban strategi dua pit stop untuk menghindari keausan ban. Dalam kondisi seperti itu, peluang untuk menembus barisan depan semakin tipis. Leclerc pun tak menutup-nutupi kenyataan bahwa satu-satunya harapan realistis bagi Ferrari adalah hadirnya safety car yang bisa mengubah jalannya lomba.
Di klasemen konstruktor, tekanan juga kian terasa. Ferrari kini tertinggal 22 poin dari Red Bull yang berada di posisi ketiga. Dengan jarak seperti itu, peluang mereka untuk mengejar posisi empat dalam kejuaraan semakin menipis jika performa di trek tidak segera membaik.
Hamilton dan Leclerc Sama-Sama Sulit Menyembunyikan Kekecewaan
Usai kualifikasi, baik Hamilton maupun Leclerc tampak kesulitan merangkai kata untuk menggambarkan kekecewaan mereka. Hamilton tetap menyempatkan diri menyampaikan terima kasih kepada para penggemar yang terus mendukung sepanjang musim, namun nada pesimistis tetap terasa dari komentarnya. Leclerc pun berbicara dengan nada serupa, menegaskan bahwa mobil yang mereka kendarai memang tidak memberi ruang untuk hasil yang lebih baik.
Ferrari kini masuk ke balapan utama dengan beban besar: memperbaiki hasil, menjaga asa di klasemen, dan mencari cara agar akhir pekan yang sudah berat ini tidak berubah menjadi kerugian penuh. Namun dari apa yang terlihat di Qatar, jalan menuju perbaikan masih jauh dari mudah.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












