Berita  

Perbandingan Negara Darurat: Saudi vs UAE

Situasi di Yaman kembali mencapai titik terendah setelah terjadi bentrokan bersenjata skala besar di wilayah Selatan. Hal ini memicu kekhawatiran akan keruntuhan gencatan senjata yang telah terjaga saat ini. Pemerintah Yaman yang diakui internasional telah mengumumkan status darurat selama 90 hari untuk merespons eskalasi militer yang semakin tidak terkendali di berbagai titik strategis.

Krisis semakin memanas setelah koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil untuk segera mengevakuasi area sekitar pelabuhan Mukalla yang saat ini merupakan zona tempur. Dilaporkan bahwa koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi menargetkan senjata dan kendaraan tempur yang sedang dibongkar di Yaman dari kapal-kapal yang datang dari Uni Emirat Arab. Alutsista ini diduga milik kelompok milisi Dewan Transisi Selatan yang didukung oleh Uni Emirat Arab.

Situasi semakin mencekam dengan pemerintah Yaman yang mengambil langkah darurat setelah kelompok separatis merebut wilayah di selatan negara itu. Presiden Dewan Kepemimpinan Yaman mengumumkan status darurat nasional selama 90 hari serta membatalkan perjanjian keamanan dengan Uni Emirat Arab. Riyadh juga mengeluarkan pernyataan keras dengan memberikan ultimatum bagi pasukan Uni Emirat Arab untuk meninggalkan Yaman dalam waktu 24 jam.

Konflik ini bermula dari Provinsi Hadramout di Yaman yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Hadramout memiliki ikatan budaya dan sejarah yang kuat dengan Riyadh, sehingga konflik di wilayah tersebut menimbulkan ketegangan antara STC dan pemerintah yang bersekutu dengan Arab Saudi. Selain itu, eskalasi konflik ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan global, dengan Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan mengenai kemungkinan serangan besar terhadap Iran.

Sumber:
CNBC Indonesia. (2025, 30 Desember). 4 Fakta Perang Baru di Yaman: Saudi vs UEA, Negara Status Darurat. Diakses dari [Source link].

Source link