Berita  

Soeharto Bangun Kilang Balongan: Prabowo Balikpapan

Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek kilang minyak terbesar dan termodern di Indonesia, Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan, di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Peresmian ini menjadi momen bersejarah karena menandai berakhirnya jeda panjang pembangunan kilang minyak nasional yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya karena menjadi Presiden Indonesia yang meresmikan kilang minyak setelah 32 tahun. Ia menyatakan bahwa kilang terakhir sebelumnya diresmikan pada era Presiden Soeharto pada pertengahan 1990-an.

Sejarah mencatat bahwa Kilang Balongan di Jawa Barat adalah kilang minyak terakhir yang dibangun dan diresmikan di Indonesia. Proyek ini dimulai pada tahun 1994 dan diresmikan secara resmi pada 24 Mei 1995. Kilang Balongan merupakan kilang minyak ke-11 di Indonesia setelah kilang pertama dibangun pada tahun 1890. Setelah Kilang Balongan, pembangunan kilang baru hampir sepenuhnya terhenti selama lebih dari 30 tahun.

Presiden Soeharto membangun Kilang Balongan untuk memenuhi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak dalam negeri. Pada saat itu, Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor minyak dan salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Pembangunan kilang domestik menjadi prioritas pemerintah untuk optimalisasi industri minyak dan gas nasional. Kilang Balongan didesain untuk memproses minyak mentah dari sumur Indonesia, bukan impor crude oil. Dengan biaya pembangunan sekitar US$2,3 miliar, kilang ini menjadi penopang utama pasokan bahan bakar minyak untuk Jakarta dan sekitarnya.

Kilang Balongan, atau RU VI, masih berperan sebagai pilar utama dalam menyediakan ketersediaan bahan bakar minyak di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan kapasitas produksi sekitar 125.000 barel per hari, kilang ini menghasilkan beragam produk seperti kerosene, industrial diesel fuel, propylene, LPG, dan decant oil. Maka, peresmian RDMP Balikpapan oleh Presiden Prabowo menjadi langkah bersejarah dalam pembangunan industri minyak dan gas di Indonesia.

Source link