Berita  

Investor Ramai Serbu Cikarang-Karawang untuk Bangun Proyek Raksasa

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah memberikan dampak signifikan pada industri properti, terutama dalam hal permintaan lahan dan aset untuk mendukung pembangunan data center. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan kebutuhan komputasi yang memacu sektor data center untuk mengalami ekspansi besar-besaran dan mencari lokasi strategis di berbagai wilayah. Kementerian Komunikasi dan Digital memproyeksikan pertumbuhan industri data center nasional sebesar 14% per tahun hingga 2028, sejalan dengan peningkatan pengguna internet dan aktivitas digital. Diperkirakan oleh Bank Dunia, permintaan data center di Indonesia dapat tumbuh hingga 16,8% per tahun, menarik minat investor jangka panjang. Terkait dengan hal ini, investor properti di Indonesia mulai beralih fokus dari sektor konvensional ke segmen alternatif yang dianggap lebih stabil dan defensif, seperti data center. Fenomena ini dicerminkan dengan tren diversifikasi investasi properti di Tanah Air. Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, menyatakan bahwa sektor data center menjadi salah satu segmen yang paling menarik bagi investor, bersama dengan sektor logistik, kesehatan, dan pendidikan.

Permintaan yang meningkat telah meningkatkan nilai lahan di lokasi tertentu, dengan Jakarta tetap menjadi pusat bisnis yang relevan karena konektivitas internet utama. Di luar Jabodetabek, kawasan industri seperti Cikarang dan Karawang mulai menarik perhatian hyperscaler berkat kesiapan lahan dan infrastruktur yang mendukung. Batam juga menjadi area yang semakin populer di kalangan investor sebagai kandidat hub data center regional, diperkuat dengan konektivitas lintas negara yang baik. Keberlangsungan sektor data center di Indonesia diuntungkan oleh percepatan adopsi AI yang memperbesar kebutuhan akan infrastruktur digital yang handal. Namun, faktor-faktor seperti ketersediaan energi, air bersih, konektivitas, dan sumber daya manusia menjadi krusial dalam perencanaan pengembangan data center ke depan. Laporan Global Data Center Outlook 2026 dari JLL memperkirakan kapasitas data center global akan melonjak hampir dua kali lipat menjadi 200 GW pada 2030, sebagian besar dipicu oleh AI. Investasi dalam sektor data center diperkirakan mencapai US$3 triliun dalam lima tahun ke depan, menandai dimulainya supercycle investasi infrastruktur digital. Meskipun tumbuh agresif, sektor ini dinilai masih solid dan tidak menunjukkan tanda-tanda gelembung di pasar properti.

Source link