Berita  

Bahaya Tersembunyi di Balik Bencana Banjir yang Tidak Biasa

CNBC Indonesia menggelar ESG Sustainability Forum 2026 dengan tema “Akselerasi Agenda Hijau: Menjembatani Kepentingan Bisnis dan Keberlanjutan” sebagai wadah strategis untuk meningkatkan pemahaman, mempromosikan kolaborasi lintas sektor, dan mengeksplorasi peluang investasi berkelanjutan. Dalam acara tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pemangku kepentingan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan bisnis yang mendukung pembangunan berkelanjutan serta memastikan kelangsungan hidup.

Krisis iklim yang semakin mengintai telah menimbulkan berbagai dampak negatif seperti bencana alam, kerugian ekonomi, dan korban jiwa. Oleh karena itu, pengelolaan industri dan pemanfaatan lahan harus diarahkan pada kegiatan ekonomi yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Pembangunan industri juga harus mempertimbangkan kondisi alam, mengingat Indonesia berada dalam posisi rentan terhadap perubahan iklim karena letaknya yang berada di zona tropis.

Dengan luas daratan mencapai 192 juta hektar dan terdiri dari ribuan pulau, Indonesia berisiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi dan kenaikan permukaan air laut. Contoh nyata dampak banjir di Sumatra menunjukkan kerugian ekonomi yang sangat besar, pemulihan yang memakan biaya tinggi, dan kerugian korban jiwa yang tak terelakkan. Penting untuk terus memantau perkembangan ESG Sustainability Forum 2026 bagi informasi lebih lanjut.

Source link