Jorge Martin, pembalap Aprilia MotoGP, menjalani operasi tambahan selama masa istirahat musim dingin karena merasa sangat lemah sehingga tidak mampu mengangkat botol air. Kembali ke lintasan untuk balapan penutup musim di Valencia pada November lalu, Martin memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kondisinya dan menjajal prototipe Aprilia 2026 di tes pasca-balapan. Namun, sisa cedera sebelumnya memaksa Martin menjalani operasi lanjutan untuk memperbaiki tulang yang patah di tangan kirinya pada Februari tahun sebelumnya, serta tulang selangka yang belum sembuh sepenuhnya akibat kecelakaan di Motegi.
Absennya Martin dalam uji coba Sepang menjadi hambatan besar bagi persiapannya menjelang musim 2026. Meskipun demikian, Martin melakukan perjalanan ke Malaysia untuk mengikuti tes di pinggir lintasan sambil berbagi pengalaman fisiknya yang tersulit. Setelah menjalani operasi kedua pada tulang selangkanya, Martin kembali merasa normal, walaupun masih mengalami kekhawatiran terkait pergelangan tangannya selama proses pemulihan.
Dengan harapan pulih tepat waktu untuk tes di Buriram dan Grand Prix Thailand, Martin berfokus pada pemulihan sepenuhnya untuk kembali ke lintasan. Karena absennya dari sisa tes pra-musim pada 2025 karena kecelakaan di Sepang, Martin mengalami musim yang penuh dengan cedera, menyelesaikan hanya empat balapan grand prix. Dengan semangat yang tak pernah padam, Martin bertekad untuk pulih sepenuhnya dan kembali ke performa terbaiknya di lintasan.












