Berita  

Transformasi Banyuasin Menjadi Produsen Beras Terbesar RI

Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi salah satu dukungan utama dalam program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Dengan target produksi gabah kering giling (CKG) sebesar 1,1 juta ton pada tahun 2025, Kabupaten Banyuasin berpotensi untuk menjadi penghasil beras terbesar di Indonesia dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Bupati Banyuasin, Askolani, menyoroti strategi yang digunakan oleh daerah ini untuk meningkatkan produksi pangan utamanya, yaitu beras. Langkah-langkah strategis ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi Sumatera Selatan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Transmigrasi. Sebagai Daerah Transmigrasi dengan 40% penduduknya merupakan transmigran, Kabupaten Banyuasin berhasil mengoptimalkan produksi petani transmigran melalui program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) dengan anggaran mencapai RP 400 miliar. Program ini secara efektif mengubah ribuan hektar lahan rawa menjadi persawahan yang produktif.

Tak hanya itu, Kabupaten Banyuasin juga fokus pada peningkatan produktivitas produksi beras dengan melakukan perbaikan sistem irigasi, pembangunan tanggul, dan pengembangan program 1 desa 1 penyuluh pertanian. Tetapi, masih diperlukan pembenahan pada sistem pengairan dan jalan pertanian untuk memastikan distribusi beras bisa berjalan lancar.

Bagaimana Kabupaten Banyuasin menjalankan program-program ini untuk mendorong produksi pangan? Rincian selengkapnya bisa diikuti dalam dialog Bunga Cinka dengan Bupati Banyuasin Sumatera Selatan, Askolani, yang dihadirkan dalam acara Nation Hub di CNBC Indonesia pada Jumat, 6 Februari 2026.

Source link