Sean Gelael, Davide Rigon, dan Charly Samani bekerja keras sepanjang akhir pekan 4 Hours of Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina. Masalah mendera tim yang turun di kategori GT itu hingga Race 5 yang membuat AF Corse 51 harus ganti mesin Ferrari ketika menyadari kecepatan maksimum jauh di bawah lawan sekelasnya. Hal ini dijelaskan lewat data telemetri. Mereka mencatatkan kecepatan terbaik 259 km/jam, tertinggal sekira 10 km/jam dari rivalnya di lintasan lurus, terutama mobil BMW yang mencapai 270 km/jam. Tim tersebut harus puas dengan posisi ke-17. Hasil buruk itu menumbuhkan motivasi tersendiri bagi Sean Gelael dan kawan-kawan. Mereka bertekad untuk tampil lebih baik dalam balapan pamungkas untuk menebus kekecewaan. Rigon sempat menjajal hasil penggantian mesin tersebut pada sesi warm-up. Menurutnya, performa mesin sudah bagus meski jaringan kabel perlu diperbaiki. Sebagai pembalap pertama, Samani memulai dari posisi ke-15. Sesi dihentikan setelah 40 menit imbas tabrakan mobil Kessel Racing 15 dari kelas GT dengan Algarve Pro Racing 25 yang berlaga di LMP2. Para peserta harus menunggu selama 70 menit untuk perbaikian lintasan dan pagar pengaman yang ditabrak. Sayangnya, direktur balap tidak menambah durasi lomba sebagai kompensasi waktu yang hilang. Tentu saja terjadi perubahan strategi mengingat driving time setiap pembalap juga ikut terkoreksi karena durasi normal lomba yang mestinya empat jam jadi berkurang drastis. Setelah balapan dilanjutkan, Samani masih meneruskan tugasnya sebelum menyerahkan kemudi kepada Rigon. Ketika berganti pembalap, posisi AF Corse 51 masih di P12. Rigon sempat menaikkan posisi, walau tak banyak karena jatah mengemudinya hanya sebentar. Sebagai tumpuan, Sean berjuang untuk mengerek posisi tim. Ia berhasil menerobos 10 besar, dengan pasti maju ke P8, lalu P7. Saat waktu habis, pembalap Indonesia itu bertengger di posisi kelima. “Alhamdulillah, dengan segala tantangan dan kesulitan sejak di Dubai akhirnya kami bisa mengakhiri musim dengan finis P5. Terima kasih untuk tim AF Corse dan dua rekan saya atas semua hasil ini,” ujar Sean Gelael. Race 6 kelas GT dimenangi oleh Ecurie Ecosse Blackthorn 56 (Aston Martin), sementara pemenang kelas LMP2 dan LMP3 adalah DKR Engineering 3 dan 23Events Racing 23.
Sean Gelael, Davide Rigon, Charly Samani, dan AF Corse 51 telah menyelesaikan tantangan di ajang 4 Hours of Abu Dhabi dengan semangat dan kerja keras. Meskipun mengalami kendala, tim ini tetap berusaha keras untuk mempersembahkan hasil terbaik. Mulai dari permasalahan teknis hingga perubahan strategi, setiap langkah dibuat dengan hati-hati untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dukungan dan semangat yang diberikan oleh semua pihak, termasuk pembalap, mekanik, dan tim manajemen, telah membuahkan hasil yang membanggakan. Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa ketekunan dan kerja sama tim merupakan kunci utama dalam meraih kesuksesan di lintasan balap.












