Berita  

Strategi Berinvestasi BRI-MI di Tengah Gejolak Pasar 2026

Pasar modal Indonesia pada awal tahun 2026 mengalami berbagai sentimen dan ketidakpastian yang berdampak pada IHSG. IHSG berhasil mencapai level 9.000 namun segera terkoreksi di bawah 8.000. Menurut Chief Investment Officer BRI Manajemen Investasi (BRI-MI), Herman Tjahjadi, tren penguatan IHSG pada tahun 2025 disebabkan oleh rotasi investor asing ke pasar emerging dan sektor komoditas. Hal ini sejalan dengan kekuatan dan fundamental ekonomi emerging market setelah krisis keuangan 2008 serta tekanan ekonomi di Amerika Serikat. Meskipun pasar modal Indonesia dihadapi sentimen dari lembaga pemeringkat dunia seperti Moody’s dan MSCI, fundamental ekonomi RI tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan keyakinan konsumen yang tinggi. BRI-MI terus melakukan edukasi kepada nasabah mengenai prospek, tantangan, dan strategi investasi saat ini dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia. Kabar lebih lanjut dapat dilihat dalam dialog antara Syarifah Rahma dengan Herman Tjahjadi dalam acara Market Outlook, CNBC Indonesia pada 18 Februari 2026.

Source link