Berita  

Netanyahu Rencanakan Aliansi Heksagon Lawan Poros Sunni-Syiah

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tengah mendorong pembentukan aliansi regional baru yang disebutnya sebagai “aliansi heksagon”. Dalam gagasannya, aliansi ini akan melibatkan sejumlah negara, termasuk India, Yunani, dan Siprus. Netanyahu menekankan bahwa aliansi ini bertujuan untuk menghadapi poros radikal di Timur Tengah, baik dari pihak Syiah maupun Sunni yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Walaupun Netanyahu telah mengungkap visi dan tujuan dari aliansi heksagon ini, belum ada negara yang secara terbuka menyatakan dukungan resmi. Sejumlah analis pun menilai bahwa gagasan ini mungkin sulit untuk diwujudkan ke dalam bentuk aliansi formal, lebih cenderung menjadi narasi politik. Meskipun begitu, Israel telah memperkuat kerja sama dengan beberapa negara yang menjadi bagian dari konsep aliansi heksagon, seperti Yunani dan Siprus, terutama dalam sektor energi dan pertahanan.

Namun, perlu diingat bahwa baik Yunani maupun Siprus merupakan anggota International Criminal Court (ICC) yang telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Netanyahu terkait dugaan kejahatan perang. Hal ini menjadi kendala politik dan hukum bagi terbentuknya aliansi yang lebih erat. Sejumlah pengamat juga menilai bahwa konsep “heksagon” lebih bersifat pencitraan ketimbang kerangka aliansi sejati. Terlepas dari itu, gagasan aliansi heksagon ini juga dianggap sebagai upaya Netanyahu untuk mengatasi tekanan politik domestik yang sedang dihadapinya.

Dalam konteks ini, banyak pihak meragukan keberhasilan rencana aliansi besar seperti heksagon ini. Dalam kondisi di mana Israel tengah menghadapi citra negatif akibat konflik berkepanjangan serta masalah politik internal, langkah Netanyahu ini dianggap lebih sebagai fantasi daripada rencana yang dapat diwujudkan secara nyata. Ekspektasi terhadap hasil dari rencana aliansi heksagon ini pun masih menjadi pertanyaan besar di kalangan masyarakat.

Source link