Berita  

Pemerintah Menegaskan ART RI-AS Tak Langgar Batas Kedaulatan Negara

Pemerintah Indonesia menjelaskan bahwa kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi untuk memperkuat akses pasar ekspor nasional kepada komoditas unggulan. Hal ini juga sebagai respons terhadap berbagai hambatan non-tarif yang selama ini menjadi fokus dalam hubungan dagang bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa proses negosiasi ART dengan AS melibatkan koordinasi internal lintas Kementerian/Lembaga.

Kesepakatan ART hanya akan berlaku setelah mekanisme pengesahan domestik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Prosedur ini dimulai dengan penyampaian kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan ratifikasi jika diperlukan, atau melalui penetapan Peraturan Presiden jika tidak memerlukan persetujuan DPR. Kesepakatan ini akan mulai berlaku efektif setelah 90 hari kedua negara saling memberikan keterangan tertulis bahwa prosedur hukum nasional telah selesai dilaksanakan.

Dampak konkret kesepakatan ART antara Indonesia dan AS adalah Indonesia dapat memperoleh manfaat signifikan dengan mengamankan tarif 0% untuk sejumlah produk pertanian dan industri penting, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik dan pesawat, serta tekstil dan apparel. Kesepakatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi lebih dari 4 juta pekerja di sektor terkait.

Pemerintah menegaskan bahwa kesepakatan ART tetap menghormati kedaulatan dan proses hukum nasional Indonesia. Tidak ada kewajiban bagi Indonesia untuk mengadopsi kebijakan AS di masa mendatang tanpa syarat. Kedua belah pihak memiliki hak yang setara untuk mengakhiri perjanjian setelah proses konsultasi, menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional.

Berbagai dinamika politik domestik AS juga menjadi pertimbangan dalam proses ART. Indonesia dan AS berencana untuk memulai investigasi terhadap praktik dagang negara mitra. Pemerintah Indonesia akan terus mengamati situasi geopolitik global dan memperhatikan proses yang diperlukan untuk mengimplementasikan kesepakatan ART.

Source link