Berita  

Citra Satelit: Bantuan China di Perang Iran vs AS-Israel

Dua kapal kargo milik perusahaan pelayaran negara Iran dilaporkan telah bertolak dari sebuah pelabuhan penyimpanan bahan kimia di China menuju Teheran. Kapal-kapal tersebut, yang diidentifikasi sebagai Shabdis dan Barzin, membawa muatan yang diduga kuat sebagai komponen bahan bakar rudal, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah. Analisis data pelacakan kapal, citra satelit, dan catatan sanksi memperlihatkan berlanjutnya pasokan material strategis di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. Fasilitas di Pelabuhan Gaolan, Zhuhai, China, dikenal sebagai pusat penanganan bahan kimia industri dalam volume besar, termasuk natrium perklorat yang digunakan untuk memproduksi bahan bakar roket padat. Para pakar meyakini bahwa muatan yang dibawa adalah material sensitif yang diperlukan Iran untuk memperkuat persenjataannya. Isaac Kardon, dari Carnegie Endowment for International Peace, memberikan pandangannya mengenai konsistensi pengiriman tersebut. China sebenarnya memiliki otoritas penuh untuk mencegah keberangkatan kapal-kapal tersebut melalui berbagai mekanisme birokrasi, namun tidak melakukan tindakan apa pun. Aktivitas pelayaran ini menjadi sorotan karena kedua kapal dioperasikan oleh entitas yang telah dijatuhi sanksi oleh AS, Inggris, dan Uni Eropa. Sejak awal tahun, kapal-kapal IRISL lainnya tercatat telah mengunjungi Pelabuhan Gaolan dengan muatan penuh menuju terminal peti kemas utama Iran. Teheran, sebagai respons cepat terhadap serangan udara AS dan Israel, diyakini telah meningkatkan kebutuhan akan prekursor propelan untuk memulihkan kemampuan tempur mereka. Penetapan sanksi sebelumnya oleh Amerika menuduh transfer natrium perklorat dari China ke Iran senilai jutaan dolar, dengan klaim bahwa material tersebut digunakan untuk memproduksi komponen inti dalam bahan bakar rudal balistik.

Source link