Berita  

Perang di Iran Meningkat, Trump dalam Kesulitan

Perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran telah menyebabkan harga minyak dunia melonjak dan meningkatkan risiko tekanan besar terhadap perekonomian AS. Dampaknya terhadap ekonomi global sangat bergantung pada seberapa cepat jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kembali normal. Presiden AS Donald Trump mengklaim kemenangan cepat bagi Washington, tetapi pasar energi menunjukkan kekhawatiran yang berbeda karena gangguan terhadap pengiriman minyak dari kawasan Teluk masih berlanjut.

Tingginya ketegangan di Timur Tengah telah mendorong harga minyak global naik di atas US$100 (Rp1,69 juta) per barel. Eskalasi konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia. Analis memperkirakan bahwa tekanan terhadap ekonomi AS akan sangat ditentukan oleh durasi konflik. Jika perang berkepanjangan dan lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz terus terganggu, harga energi berpotensi naik lebih tinggi dan memicu tekanan inflasi.

Dampak dari kenaikan harga minyak juga mulai dirasakan oleh konsumen AS. Analis GasBuddy, Patrick DeHaan, melaporkan bahwa harga rata-rata bensin nasional telah naik menjadi sekitar US$3,59 per galon, meningkat sekitar 65 sen sejak Februari. Lonjakan energi juga meningkatkan risiko munculnya kembali “stagflasi”, di mana inflasi tinggi terjadi bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan pengangguran tinggi.

Para analis memperkirakan bahwa harga minyak bisa kembali stabil lebih cepat jika konflik berakhir dalam waktu singkat, sementara situasi kawasan kembali kredibel. Namun, jika konflik berlangsung lebih lama dan intensitasnya tetap tinggi, harga energi akan lebih mahal dan fluktuatif bagi konsumen. Ada juga perkiraan bahwa resesi akan muncul jika harga minyak tetap tinggi sepanjang tahun ini, terutama jika Selat Hormuz ditutup dalam waktu lama. Oleh karena itu, bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dihadapkan pada dilema kebijakan dalam mengatasi tekanan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Source link