Berita  

Iran Serang Pangkalan AS-Inggris, Eropa Jadi Sasaran – Analisis Terkini

Iran telah meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia. Meskipun rudal-rudal yang ditembakkan gagal mencapai sasaran, Menteri Perumahan Inggris, Steve Reed, memastikan bahwa serangan tersebut secara spesifik ditujukan ke pangkalan strategis tersebut. Dilaporkan bahwa rudal-rudal yang digunakan adalah rudal balistik dua tahap dengan jangkauan hingga 4.000 kilometer, mampu menjangkau ibu kota negara-negara Eropa. Serangan ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal dan disebut sebagai penggunaan operasional pertama rudal jarak menengah Iran, yang menandai eskalasi konflik regional.

Respon terhadap serangan ini cukup bergejolak, dengan Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Teheran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi serangan dari Amerika Serikat. Ancaman ini diucapkan selang sehari setelah Trump memberi sinyal akan meredakan konflik. Sementara itu, Iran juga menanggapi dengan keras, dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi negaranya akan dibalas dengan menghancurkan fasilitas energi di seluruh kawasan.

Dampak dari konflik ini juga dapat dirasakan dalam jalur energi global, khususnya pada Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis bagi pasokan minyak dunia. Harga minyak pun melonjak tajam, menutup di level tertinggi sejak 2022. Untuk meredam lonjakan harga, AS bahkan melonggarkan sanksi terhadap pembelian minyak Iran selama 30 hari. Hal ini mengindikasikan bahwa konflik yang terjadi tidak hanya berdampak pada kawasan tersebut, namun juga terhadap pasar energi global secara keseluruhan.

Source link