Berita  

Trump Klaim Negosiasi Rahasia dengan Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan bahwa Iran sedang melakukan pembicaraan damai, meskipun pihak Iran membantah hal tersebut. Trump mengungkapkan bahwa para negosiator Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan, namun takut mengakui hal ini karena khawatir akan dibunuh oleh rakyat mereka sendiri. Pernyataan ini disampaikan dalam jamuan makan malam bersama anggota Partai Republik di Kongres, di mana Trump juga menyebut Iran takut akan dibunuh oleh Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menyatakan bahwa Iran tidak berniat bernegosiasi, namun Trump tetap yakin bahwa Iran sedang terlibat dalam percakapan damai. Trump juga menyerang lawan politik domestiknya, Partai Demokrat, karena mencoba mengalihkan perhatian dari keberhasilan operasi militer yang dilakukan. Ia menegaskan bahwa jika Iran tidak mengakui kekalahan, dia siap “melepaskan neraka” bagi Iran.

Meskipun media pemerintah Iran mengklaim telah merespons negatif terhadap rencana Washington, Gedung Putih tetap memperingatkan agar Iran tidak salah perhitungan. Jika Iran tidak menerima kenyataan bahwa mereka telah dikalahkan, Presiden Trump akan menindak mereka lebih keras. Meskipun tidak dijelaskan dengan siapa Washington masih berbicara di Iran, sejumlah laporan menyebut bahwa Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menjadi perantara.

Juru bicara Gedung Putih juga menegaskan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlanjut dan produktif. Meskipun tidak ada konfirmasi, kabar menyebutkan bahwa pejabat tinggi AS akan bertemu dengan pihak Iran di Pakistan sebagai mediator kunci. Kesimpulannya, Trump bersiap untuk menegosiasikan kesepakatan yang menguntungkan Amerika Serikat dengan Iran, meskipun masih ada ketidakpastian terkait rencana dan perundingan yang dilakukan kedua belah pihak.

Source link