Berita  

Pemudik Tol MBZ Mengeluh Macet, Pemerintah Akan Rombak Rest Area

Selama arus mudik, kepadatan lalu lintas menjadi sorotan utama, terutama di Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) dan jalur Trans Jawa. Pemerintah mengakui bahwa salah satu titik kemacetan terletak di rest area Km 57 dan Km 62 yang kapasitasnya belum memadai saat terjadi lonjakan kendaraan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa rencana penanganan untuk rest area ini sedang dipersiapkan. Evaluasi akan dilakukan bersama operator jalan tol untuk mengidentifikasi langkah perbaikan yang paling efektif.

Koordinasi antara pihak swasta yang mengelola rest area dengan pemerintah dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tetap intensif. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas rest area di sepanjang tol Trans Jawa dengan mengupayakan kenaikan kelas rest area tipe B menjadi tipe A untuk meningkatkan kapasitas layanan. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi adalah investor masih ragu karena kebutuhan peningkatan kapasitas hanya terjadi saat musim libur.

Sebagai upaya jangka pendek untuk mengatasi kemacetan, pemerintah telah mengoperasikan rest area fungsional selama arus mudik dan balik. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat waktu tempuh kendaraan selama periode mudik masih dalam rentang terkendali. Data operasional menunjukkan bahwa arus kendaraan masih dapat diatur secara efektif. Pengukuran waktu tempuh juga dilakukan dengan menggunakan data transaksi kartu tol untuk memberikan gambaran keseluruhan perjalanan pengguna jalan.

Untuk ruas MBZ, kepadatan lalu lintas tertinggi terjadi pada dini hari. Namun, waktu tempuh masih berada di bawah tiga jam untuk seluruh segmen yang diamati. Direktur Operasi Jasa Marga, Fitri Wiyanti, menjelaskan bahwa data pemantauan menunjukkan waktu tempuh yang mencapai 5 jam 46 menit dari Cawang sampai Banyumanik selama arus mudik. Sementara saat arus balik, waktu tempuhnya sekitar 5 jam 12 menit. Itulah gambaran mengenai penanganan kemacetan lalu lintas selama arus mudik dan balik serta upaya meningkatkan kapasitas rest area di sepanjang tol Trans Jawa.

Source link