Berita  

Perang Iran Membuat Trump Kesepian setelah Berselisih dengan Netanyahu

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlihat mengikuti narasi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai potensi perang dengan Iran. Hal ini muncul saat keduanya bertemu di Mar-a-Lago pada Desember lalu, dimana Netanyahu memberikan pembenaran untuk Amerika bergabung dalam konflik melawan Iran. Meskipun Trump tampak optimis dalam klaim Israel mengenai pembangunan kekuatan militer Iran, namun realitas di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

Netanyahu diduga menggunakan pendekatan personal dan memberikan penghargaan tinggi kepada Israel serta menawarkan manfaat strategis agar Trump bersedia terlibat dalam konflik dengan Iran. Namun, upaya lobi tersebut tidak sepenuhnya berkembang sesuai rencana, karena pejabat Israel sendiri memperkirakan ancaman Iran dapat diatasi dalam waktu singkat, namun perang telah memasuki bulan kedua tanpa tanda-tanda mereda.

Selain itu, konflik ini telah melibatkan berbagai negara di kawasan dan menjadi bagian dari eskalasi regional yang semakin meluas. Meski ada klaim bahwa tokoh penting Iran telah tewas, namun kekuatan Iran justru terkonsolidasi di bawah Garda Revolusi. Keraguan juga muncul di internal AS terkait klaim Netanyahu, beberapa pejabat mempertanyakan keyakinannya.

Dampak perang ini juga telah merambah ke pasar energi dan perdagangan dunia, dengan penutupan Selat Hormuz yang mengguncang ekonomi global. Konflik ini menunjukkan bahwa janji Netanyahu tentang perang yang cepat dan mudah hanyalah ilusi semata, dan malah membawa dampak negatif yang luas pada stabilitas regional, tekanan ekonomi, dan geopolitik global yang semakin kompleks.

Source link