Berita  

RI Produksi Panel Surya 11 GW, Separuhnya Diekspor ke AS

Industri panel surya di Indonesia memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, mencapai sekitar 11 gigawatt (GW) per tahun. Sebagian besar produksi panel surya di dalam negeri berasal dari produksi domestik sebesar 5 GW dan yang sebelumnya dialokasikan untuk ekspor sekitar 6 GW. Namun, situasi ini berubah akibat kebijakan Amerika Serikat yang memberlakukan tarif tinggi terhadap impor panel surya, memaksa sebagian produksi yang sebelumnya diekspor tidak dapat terserap dan mengalami penumpukan di pasar lokal.

Dampaknya mulai dirasakan oleh industri panel surya di Indonesia, termasuk potensi pengurangan tenaga kerja jika situasi ini terus berlanjut. Salah satu contohnya adalah pabrik panel surya milik PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kendal, Jawa Tengah, yang mulai terdampak karena minimnya penyerapan pasar sejak awal produksi. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan tarif tinggi dari Amerika Serikat berdampak signifikan pada industri panel surya dalam negeri.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan industri panel surya di Indonesia dan menegaskan perlunya solusi konkret untuk mengatasi penumpukan produksi yang tidak terserap di pasar. Dengan adanya tantangan ini, Indonesia perlu mencari strategi untuk menjaga keberlanjutan industri panel surya demi mendukung pertumbuhan sektor energi terbarukan di masa depan.

Source link