Berita  

Drone China Mengalahkan AS di Medan Perang: Analisis Dalam

China Bikin AS Kalah di Medan Perang dengan Teknologi Drone Militer

Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) kembali berhadapan dengan China lewat teknologi militer. Beijing disebut berhasil mengalahkan AS dalam dominasi drone. Drone yang ditemukan di Ukraina mengungkap komponen dari China mulai dari baterai, motor, hingga chip.

Hingga kini, masih belum diketahui seberapa besar bantuan China untuk pesawat nirawak yang digunakan Iran. Namun, analis pertahanan dan pakar industri menduga kendalinya kemungkinan sama dengan yang dilakukan pada perang Rusia dan Ukraina.

AS Siapkan Program Dominasi Drone untuk Balas Dendam

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, telah menyiapkan program Dominasi Drone senilai US$1,1 miliar untuk mematahkan dominasi China dalam industri drone. Washington ingin meningkatkan produksi drone dalam negeri dan menurunkan biaya dengan perjanjian membeli lebih banyak dari pemasok AS.

AS diketahui memberikan investasi miliaran dolar kepada perusahaan lokal, untuk memproduksi mineral penting bagi pembuatan motor dan baterai drone. Pemerintahan sebelumnya telah mencoba untuk menemukan solusi dengan langkah tersebut.

Perjuangan AS dalam Industri Drone Melawan China

Di satu sisi, AS memiliki Qudcopter bernilai lebih dari US$15 ribu, tiga kali lipat harga drone buatan China. Namun, China masih unggul dalam skala produksi dengan harga yang lebih murah.

AS perlu menemukan cara untuk melawan dominasi China dalam hal baterai dan motor. Pentagon berupaya merangsang pertumbuhan rantai pasok dengan program Drone Dominance, namun upaya ini diakui bisa memakan waktu cukup lama.

Meskipun demikian, upaya AS untuk mengembangkan industri drone dalam negeri harus terus dilakukan untuk menghadapi dominasi China yang semakin kuat dalam bidang ini.

Source link