Capaian Audi di Formula 1 Semakin Tergelincir
Audi langsung percaya diri saat memulai musim Formula 1, namun kenyataannya berbeda. Sebuah perjalanan penuh tantangan dimulai dari hasil memuaskan di Melbourne yang berubah menjadi catatan buruk di musim ini.
Masalah Teknis dan Kegagalan Audi
Walaupun awalnya diwarnai oleh hasil cemerlang, Audi mendapati dirinya terjebak dalam berbagai masalah teknis. Kepergian Jonathan Wheatley sebagai team principal mencoreng kepercayaan Audi di Formula 1. Dikombinasikan dengan berbagai isu teknis yang tidak kunjung selesai, Audi semakin terpuruk.
Tak ketinggalan, rendahnya reliabilitas dari mobil Audi juga menjadi sorotan. Belum selesai babak kualifikasi di Australia, Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto sudah mengalami masalah yang mencegah mereka ikut balapan. Di Miami, Bortoleto bahkan terpaksa diskualifikasi setelah mobilnya melebihi batas tekanan udara yang diizinkan.
Kendala Beruntun di Lintasan
Di tengah-tengah masalah yang melanda Audi, Mattia Binotto tampak dituntut untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tim. Enam kali harus mengalami pensiun dan diskualifikasi dalam enam balapan terakhir menjadi beban tersendiri bagi Audi. Bahkan, Aston Martin berhasil menunjukkan performa yang lebih baik di bandingkan Audi dalam beberapa balapan.
Walaupun melihat sisi posistif dari kecepatan mobil Audi, reliabilitas menjadi fokus utama yang perlu diperbaiki. Dengan kerja keras dan kemauan untuk berkembang lebih lanjut, Audi berharap bisa meraih hasil yang memuaskan di masa depan.












