Berita  

Pemerintah Xi Jinping dan Donald Trump Berdebat Soal Pohon

Momen Langka: Presiden Xi Jinping Ajak Trump Berkeliling Compleks Zhongnanhai

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden China Xi Jinping memberi pengalaman unik kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kunjungannya ke Beijing. Xi mengajak Trump berkeliling kompleks Zhongnanhai di Beijing, lokasi tertutup yang menjadi pusat pemerintahan elite China.

Momen langka ini terjadi setelah keduanya membahas sejumlah isu sensitif antara Amerika Serikat dan China, seperti perdagangan, Taiwan, dan Iran. Setelah pertemuan tersebut, Xi membawa Trump ke area taman kompleks Zhongnanhai yang dikelilingi oleh pepohonan kuno berusia ratusan tahun.

Compleks Zhongnanhai: Pusat Pemerintahan Elite China

Zhongnanhai awalnya merupakan taman kekaisaran yang kini menjadi kantor pusat Partai Komunis China dan kabinet pemerintahan China. Lokasinya berdekatan dengan Forbidden City dan tidak jauh dari Tiananmen Square di Beijing.

Selama berjalan-jalan, Xi menunjukkan deretan pohon tua pada Trump, dan dengan penuh semangat mengungkapkan usia pohon-pohon tersebut.

Interaksi Unik: Xi Jinping dan Donald Trump

Trump terkejut mendengar usia pohon yang ditunjukkan oleh Xi, dan bertanya apakah pohon tersebut benar-benar hidup selama itu. Xi pun menjelaskan bahwa ada pohon yang usianya mencapai 1.000 tahun di dalam kompleks tersebut.

Xi juga membagikan informasi bahwa sangat jarang pemimpin asing diajak masuk ke Zhongnanhai, dan mengomentari bahwa pertemuan semacam ini sangat langka. Putin, Presiden Rusia, juga termasuk di antara sedikit pemimpin asing yang pernah diajak masuk ke kompleks tersebut.

Interaksi santai antara Xi Jinping dan Donald Trump ini memberikan gambaran bahwa hubungan antara Washington dan Beijing tidak selalu tegang, tetapi juga bisa santai dan penuh keakraban. Momen ini menjadi bukti bahwa kedua negara masih bisa menjalin komunikasi yang baik di tengah perbedaan-perbedaan yang mereka miliki.

Pada kesempatan sebelumnya, Xi Jinping juga terlibat dalam percakapan santai dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait transplantasi organ dan umur manusia. Percakapan ini juga terjadi di Beijing, menunjukkan kedekatan hubungan antara pemimpin-pemimpin negara yang besar.

Source link