Berita  

Perang Iran: Trump Desak Negara Muslim Buka Hubungan ke Israel

Donald Trump Desak Negara Muslim Buka Hubungan dengan Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS), kembali membuat langkah besar di Asia Barat dengan mendorong negara-negara Arab dan Muslim membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Hal ini dilakukan dalam rangka perluasan Kesepakatan Abraham, di tengah berlangsungnya negosiasi terkait potensi berakhirnya perang Iran.

Dalam konferensi telepon tingkat tinggi yang melibatkan para pemimpin negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain pada akhir pekan lalu, Trump menyampaikan pesan tersebut. Presiden Trump menekankan bahwa setelah perang Iran usai, ia berharap negara mayoritas Muslim lainnya akan mengakui Israel dan bergabung dalam Kesepakatan Abraham.

Reaksi dan Tantangan dari Negara-negara Arab

Reaksi terhadap desakan Trump tersebut ternyata beragam. Negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan, yang belum menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel, terdiam dalam panggilan tersebut. Bahkan, Trump sempat bercanda di tengah keheningan para pemimpin negara tersebut.

Selain menghentikan perang Iran, upaya Trump juga diinterpretasikan sebagai langkah untuk menciptakan kembali tatanan geopolitik di Asia Barat dengan memperkuat posisi Israel. Namun, hambatan terbesar muncul dari Arab Saudi yang tetap berhati-hati meskipun Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebelumnya membuka peluang kerjasama dengan Israel.

Gagasan Kontroversial Donald Trump

Di platform media sosial Truth Social, Trump mengusulkan agar Iran turut bergabung dalam Kesepakatan Abraham. Namun, hal ini dianggap sulit terealisasi mengingat Iran selama ini menolak keras mengakui Israel.

Kesepakatan Abraham yang dimediasi oleh AS pada tahun 2020 menjadi momen bersejarah dalam diplomasi di Timur Tengah. Israel berhasil memperkuat hubungannya dengan beberapa negara Arab, seperti UEA, Bahrain, dan Maroko, melalui kesepakatan ini.

Source link