Berita  

Gempa M6,3 Yogyakarta: 6.234 Tewas – Ke-2 Terbesar di RI

Detik-Detik Gempa Besar Yogyakarta 27 Mei 2006

Ningsih, seorang mahasiswa semester akhir di Yogyakarta, mengingat peristiwa dramatis ketika gempa bumi mengguncang wilayah tersebut pada 27 Mei 2006. Saat pagi itu, tepat pukul 05.54 WIB, kepanikan mewarnai setiap sudut kota ketika orang-orang berlarian menyelamatkan diri.

Kisah Ningsih dalam Kepanikan Massal

Ningsih terbangun oleh guncangan hebat, dan segera menyadari bahwa peristiwa itu akan berdampak besar. Kabar tentang potensi tsunami seketika memicu kepanikan massal, di tengah ingatan akan tragedi tsunami Aceh yang menjadikan masyarakat lebih waspada.

Terkait masalah penanggulangan bencana pada waktu itu, Ningsih mengabadikan gambaran yang menggambarkan betapa paniknya warga. Bahkan, mobil-mobil sedan kecil bisa memuat lebih banyak orang dari biasanya, karena orang-orang mencoba menyelamatkan diri dari bencana yang tak terduga.

Aktivitas Sesar Opak pada Gempa 27 Mei 2006

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,3 yang mengguncang Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 berasal dari aktivitas Sesar Opak. Menurut penelitian, sesar Opak merupakan sesar geser mengiri yang kembali memperlihatkan aktivitasnya setelah sekian lama.

Dampak gempa tersebut sangat merusak, dengan lebih dari 6.000 orang dinyatakan meninggal, ribuan lainnya luka berat atau ringan, dan ratusan ribu bangunan rusak. Peristiwa tersebut membidik kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiap-siagaan dan literasi bencana, terutama bagi negara yang dilintasi oleh jalur tektonik aktif seperti Indonesia.

Source link