Berita  

Krisis Iran: AS Peringatkan Pertempuran dan Perang Baru

Militer Iran: Perang Baru dengan AS Terbuka, Tidak Bisa Dielakkan Lagi

Seorang perwira militer senior Iran memperingatkan bahwa pertempuran dan perang baru dengan Amerika Serikat (AS) kini terbuka dan tidak bisa dihindari. Hal ini terjadi di tengah situasi diplomatik yang panas akibat mandeknya negosiasi bilateral antara Teheran dan Washington.

Sinyal Bahaya dari Militer Iran

Wakil Kepala Komando Militer Pusat Iran Khatam al-Anbiya, Mohammad Jafar Assadi, menegaskan bahwa Amerika Serikat menuntut penyerahan total dari Iran dan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah. Assadi menyatakan bahwa tanpa kompromi yang seimbang dari Washington, maka konfrontasi senjata menjadi satu-satunya jalan yang tersisa.

Perang antara AS dan Iran pecah pada 28 Februari 2026 setelah serangan terhadap sejumlah target militer dan fasilitas strategis Iran oleh AS dan Israel. Konflik ini berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan serangan balasan Iran serta gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

Gencatan Senjata Sementara

Setelah beberapa pekan pertempuran dan mediasi Pakistan, kedua negara sepakat untuk gencatan senjata sementara pada 8 April 2026. Kesepakatan ini diperpanjang setelah awalnya berlaku selama dua pekan guna memberi kesempatan bagi perundingan damai lebih lanjut.

Meski demikian, situasi di lapangan masih rapuh karena saling tuduh antara kedua pihak terkait pelanggaran gencatan senjata. Ketegangan semakin meningkat akibat serangan Israel di Lebanon dan sengketa terkait akses pelayaran di Selat Hormuz.

Perundingan damai antara Iran dan AS belum membuahkan kesepakatan permanen hingga awal Juni 2026. Iran bahkan mengumumkan penghentian sementara negosiasi dengan AS karena eskalasi Israel di Lebanon.

Source link