Berita  

Xi Jinping & Adik Kim Jong Un Bicara Soal Status Nuklir Korut

Korea Utara Tegaskan Statusnya sebagai Negara Bersenjata Nuklir Tak Bisa Dinegosiasikan

Jakarta, CNBC Indonesia – Pernyataan tegas datang dari Korea Utara terkait dengan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir yang tak akan dijadikan bahan perundingan. Kim Yo Jong, adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menegaskan hal tersebut hanya sehari sebelum kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Pyongyang.

Dalam pernyataannya yang dimuat oleh media resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), Kim Yo Jong memberikan penegasan bahwa program senjata nuklir negaranya tidak akan dinegosiasikan.

Posisi Korea Utara terkait Program Nuklir

Penegasan ini menjadi sinyal kuat mengenai arah kebijakan strategis Korea Utara di tengah kondisi geopolitik global yang semakin kompleks. Kim Yo Jong, yang merupakan salah satu figur berpengaruh dalam pemerintahan Korea Utara, juga menegaskan bahwa Pyongyang tidak akan mentolerir ancaman terhadap negaranya.

Sejak beberapa tahun terakhir, Kim Yo Jong telah dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam politik dan kebijakan luar negeri Korea Utara. Sebagai saudara perempuan Kim Jong Un, pernyataan yang disampaikannya sering dianggap mencerminkan sikap pemerintah Korea Utara.

Meskipun program senjata nuklir dan rudal balistik Korea Utara telah menjadi target berbagai sanksi internasional, Pyongyang tetap kukuh dalam pendiriannya. Korea Utara memandang bahwa memiliki senjata nuklir adalah hak kedaulatan yang diperlukan untuk menjaga keamanan nasional.

Kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Korea Utara

Penegasan terbaru Kim Yo Jong ini menjadi sorotan mengingat kunjungan yang dijadwalkan oleh Presiden China Xi Jinping ke Korea Utara. Kunjungan Xi dianggap penting karena terjadi di tengah upaya China untuk memperkuat diplomasi dengan kekuatan besar dunia.

Kunjungan Xi Jinping ini juga menjadi perjalanan resmi luar negeri pertamanya sepanjang tahun ini. Agenda tersebut membuktikan hubungan yang erat antara China dan Korea Utara di tengah dinamika geopolitik global.

Source link