Charles Leclerc’s Major Change After Monaco GP Frustration

Perubahan Sikap Charles Leclerc: Lebih Tegas dan Instruktif Bersama Ferrari

Charles Leclerc, pembalap Formula 1 asal Monaco, terlihat telah mengadopsi pendekatan yang jauh lebih instruktif dengan Ferrari pada tahun 2026 setelah pesan radio frustrasinya di Grand Prix Monaco.

Harapannya untuk meraih podium di depan penonton kampung halamannya pupus setelah ia menghantam pembatas setelah restart balapan di Monte Carlo. Pembalap asal Monako tersebut mengklaim masalah dengan remnya menyebabkan kecelakaan tersebut. Saat berbicara dengan media setelah balapan, ia menolak untuk menyalahkan dirinya, berbeda dengan pendekatannya dalam beberapa tahun terakhir.

Selain percakapannya dengan media, pembalap 28 tahun tersebut terlihat di garasi Ferrari dalam apa yang tampaknya menjadi diskusi panas dengan tim.

Perubahan dalam Komunikasi

Dalam podcast Up To Speed setelah kemenangan bersejarah Kimi Antonelli di Monte Carlo, Naomi Schiff mengamati perubahan dalam sikap Leclerc dan bagaimana ia kini berkomunikasi dengan tim Ferrari.

“Saya harus katakan, Charles tentu saja, seperti yang telah kita sebutkan, tidak selalu benar, tetapi Ferrari juga, dalam banyak kesempatan, tidak selalu benar. Dan saya melihat perbedaan dalam Charles tahun ini dalam cara dia menangani situasi, cara dia berkomunikasi apa yang dia butuhkan dan inginkan dari tim,” ujarnya.

“Terkadang di radio tahun ini, saya pikir dia jauh lebih menuntut. Dia tidak lagi seperti dia hampir merasa berutang sesuatu kepada tim. Dia seperti, ‘Baiklah. Jika kita ingin mulai memenangkan kejuaraan, inilah yang saya butuhkan dari Anda. Berikan saya ini. Jangan berikan saya ini,'” tambah Schiff.

Leclerc harus melupakan kekecewaannya di Monaco saat sirkus F1 beralih ke Spanyol untuk Grand Prix Barcelona-Catalunya pada 12-14 Juni mendatang sumber.

Source link